Erdogan Kurang Diterima Uni Eropa, Ternyata Ini Sebabnya

Presiden Erdogan (aljazeera.net)

dakwatuna.com – Budapest. Perdana menteri Hongaria, Viktor Orbán, mengatakan bahwa para pemimpin yang kuat kurang diinginkan di Uni Eropa. Pernyataan ini menyindir presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Uni Eropa lebih memimpin pemimpin lemah, karena pemimpin kuat adalah ancaman.

Namun demikian, seperti diberitakan Yeni Safak, Senin (26/10/2015), Orbán tetap mendukung Erdogan yang cocok untuk Turki, “Walaupun gambaran yang kurang baik di media-media dunia, aku sangat menghormati Erdogan. Jika ingin maju, Turki memang butuh pemimpin kuat seperti Erdogan.”

Erdogan adalah seorang politikus Turki. Ia menjabat Perdana Menteri Turki sejak 14 Maret 2003 sampai 28 Agustus 2014. Ia juga seorang pimpinan Adalet ve Kalkınma Partisi (AKP, atau Partai Keadilan dan Pembangunan). Pada tahun 2010, Erdogan terpilih sebagai muslim 2 paling berpengaruh di dunia. Saat ini Erdogan menjabat sebagai presiden Turki, menggantikan Abdullah Gul. (msa/dakwatuna)

Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir
Konten Terkait
Disqus Comments Loading...