Topic Archives: Pancasila

Reaktualisasi Pengamalan Sila Pertama Pancasila dalam Kehidupan Sosial

Anak muda zaman sekarang sangat mudah sekali terbawa pergaulan, selalu ikut-ikutan trend luar negeri yang sama sekali tidak bermanfaat baginya seperti paham sekularisme, liberalisme, bahkan atheisme dan hal ini memang sangat membahayakan umat Muslim itu sendiri. Paham-paham itulah yang menyebabkan umat Islam mulai menjauh dari ajaran agamanya dan menganggap agama itu tidak penting, hanya bersifat ritual saja.

Baca selengkapnya »

Pemaknaan Pluralis Ketuhanan Maha Esa Dalam Pancasila

Teolog Jerman Olaf Schumann memberika penafsiran terhadap sila Ketuhanan Yang Maha Esa, “Istilah “ketuhanan” merupakan istilah yang sangat abstrak; bukan “Tuhan” melainkan “ketuhanan”, suatu prinsip mengenai Tuhan, tetapi bukan Tuhan itu sendiri. Oleh karena itu, ia pun sangat sulit diterjemahkan ke dalam bahasa asing... Jadi, dengan rumusan sila ketuhanan diberikan ruangan luas yang sekaligus dilindungi oleh negara agar agama-agama yang diakui dapat menguraikan dan mengembangkan pemahaman mereka masing-masing mengenai Tuhan itu.”

Baca selengkapnya »

Menengok Sejarah Pancasila: Ideologi Kebangsaan Berlandaskan Islam

Pancasila sebagai buah perjuangan bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan begitu diagungkan layaknya barang keramat. Hal ini wajar, karena Pancasila merupakan hasil keringat dan cucuran darah para pejuang bangsa Indonesia selama tiga setengah abad hingga akhirnya diberikan karunia Allah berupa kemerdekaan dan terbebas dari imperialisme Barat. Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa banyak pihak yang berusaha menjadikan Pancasila sebagai pandangan hidup menggantikan agama. Agama ingin disisihkan oleh Pancasila, bukannya memberi landasan dan mewarnai Pancasila. Tak ayal, Pancasila pun ingin menggantikan Islam, bukannya Islam yang melandasi Pancasila. Padahal, kata-kata kunci dalam Pancasila seperti “Ketuhanan Yang Maha Esa”, “adil dan beradab”, dan “hikmat” adalah istilah-istilah yang sangat bernuansa Islam.

Baca selengkapnya »

Penerapan Sila Kelima

Aku selalu merasa bersalah saat melafadzkan sila kelima pancasila tersebut, bagaimana pertanggung jawabannya di akhirat kelak. Aku takut saat nanti diminta bukti sila kelima itu, aku tak dapat menunjukkannya. Kini aku hanya mencoba melebur dalam pengabdian di pelosok Banten, banyak belajar dari mereka yang tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berpangku tangan. Meski kini sila kelima masih belum ku temui, aku masih yakin seiring berjalannya waktu sila kelima itu kan menjadi nyata.

Baca selengkapnya »

Masihkah ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’ Terpatri di Hati Bangsa ini?

Sungguh, bangsa ini telah banyak berubah. Korupsi, asusila, pergaulan bebas, diskriminasi, dan segala bentuk kejahatan lainnya terjadi pada negeri ini. Andai saja sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, sila yang menjadi induk di antara keempat sila lainnya itu diresapi dengan tulus oleh setiap insan di negeri ini, tentu hal-hal seperti itu tak akan marak terjadi. Karena orang yang percaya dan bertakwa kepada Tuhannya tak akan melakukan sesuatu yang merugikan orang banyak.

Baca selengkapnya »

Memerdekakan Pancasila

Tidak ada alasan bagi kita, untuk menyelematkan falsafah Negara ini dari simpul pertautan politik atau serpihan “orang-orang” yang ingin mematikan makna dari kumpulan sila-silanya. Pancasila sebagai warisan budaya bisa diikat dengan satu kekuatan sapu lidi yang kuat bukan sekedar serpihan-serpihan lidi yang berserakan dan mudah rapuh. Perjumpaan kita pada masalah bangsa yang hari ini terjadi mendorong ikhtiar kita untuk menguatkan kembali dasar, haluan, karakter, dan ikatan keiindonesiaan di bawah semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang digenggam erat oleh kaki Burung Garuda.

Baca selengkapnya »

Menyusun Kembali Puzzle Perpecahan Bangsa

Dengan diajarkannya nilai dan norma budi pekerti bangsa, revolusi mental yang merupakan tagline pemerintahan presiden Joko Widodo akan lebih akurat. Meskipun hasilnya baru akan kita rasakan 5-10 tahun mendatang. Persiapan mental generasi muda harus lebih diutamakan karena merekalah pemimpin masa depan disaat pemimpin saat ini mulai lengser. Media massa memiliki andil yang sangat besar demi terwujudnya revolusi mental.

Baca selengkapnya »

Kesaktian Pancasila vs Kesakitan Pancasila

Pada kenyataannya, nilai-nilai dan semangat Pancasila yang dulu sangat membumi, kini bagai tercabut seperti tumbangnya pohon-pohon di hutan karena pembalakan liar. Kebersamaan dan persaudaraan yang dulu erat kini mulai lemah. Padahal bangsa kita adalah bangsa yang beragam, kaya akan perbedaan, bangsa yang pluralistik. Sehingga seharusnya keberagaman bukan untuk dihilangkan melainkan untuk dihargai, dihormati dan diperlakukan secara adil. Hari ini kesaktian Pancasila mengalami kesakitan. Kesakitan yang lumayan akut dan tidak segera diobati. Pancasila hanya dijadikan sebagai simbol yang tak bermakna.

Baca selengkapnya »