Topic Archives: Kontroversi LGBT

Tetap Menolak!

Berbagai teori yang diungkapkan untuk melegalkan perilaku homoseksual sebenarnya hanyalah upaya mencari pembenaran atas perilaku buruk yang mereka lakukan. Mereka yang tak dapat menghindari buruknya perilaku itu maupun sudah menaruh hati kepada para pelaku homoseks tidak tega bila dikatakan homoseksual adalah perilaku yang menyimpang. Dibuatlah berbagai pembenaran, salah satunya melalui jalur para ilmuan.

Baca selengkapnya »

Pembela LGBT Sepertinya Tidak Pernah Jadi Guru TK

Sepertinya di tengah-tengah kemerosotan adab saat ini mereka tidak pernah merasakan betapa senang dan bangganya seorang guru ketika dia sedang duduk di depan kelas, tiba-tiba ada anak usia kelas 3 SD datang menyungguhnya air teh. Ketika gurunya datang semua berkerumun menyalaminya satu persatu dan menenteng tas gurunya sampai ke kelas. Ada kebahagiaan tersendiri dalam diri guru yang telah mampu menanamkan nilai adab yang tinggi pada diri mereka. Karena mereka tidak berakhlak dengan ayat Allah mungkin mereka tidak pernah merasakan perilaku adab yang sama dari anak-anak kecil. Kebahagiaan di sini bukanlah kebahagiaan seks. Sangat nihil kalau itu konklusinya. Tapi ini adalah kebahagiaan terdalam yang terletak pada diri manusia.

Baca selengkapnya »

Talkshow Parenting: “Tentukan Sikap Kita Terhadap Penyimpangan Seksual (LGBT)”

Acara ini akan diselenggarakan pada hari Ahad 20 Maret 2016 pukul 08.00-12.00 wib bertempat di Graha SMK N 57 Ragunan Pasar Minggu Jakarta Selatan. Pembicara yang akan hadir antara lain Dr. Hidayat Nur Wahid (Wakil Ketua MPR RI), Dr. Dr. Fidiansjah, Sp.KJ (Psikiater-Kemenkes RI), M. Iqbal PhD. (Psikolog-Rumah Konseling), Sinta Santi. Lc. (Ustadzah) dan Zunaeroh (Komunitas Peduli Sahabat).

Baca selengkapnya »

Membentengi Anak dari Bahaya LGBT

Aktor penting dalam pendidikan para remaja menghadapi tantangan LGBT tentulah orang tua; terutama ayah. Ayah harus hadir dalam kehidupan anak-anaknya. Jangan sampai karena kesibukan bekerja, ayah antara ada dan tiada dalam kehidupan anak-anaknya. Karena, anak-anak yang fatherless inilah yang rentan terkena virus LGBT. Mereka kehilangan sosok ayah sebagai panutan. Padahal, sosok ayah ini sangat penting dalam pendidikan anak.

Baca selengkapnya »

Pembela LGBT Sepertinya Tidak Pernah Jadi Guru TK

Mereka sepertinya tidak pernah merasakan betapa bahagia seorang guru TK atau SD yang mengajar murid-muridnya hafal juz 30 sehingga semua bisa. Padahal sebelumnya para murid berawal dari 0. Mereka tidak paham betapa seorang guru TK dapat menyembuhkan stress yang diakibatkan dari kehidupan rumah, social dan okonominya ketika bertemu dengan keluguan dan keunikan anak-anak saat bermain, berlari dan bertaburan di hadapannya. Apalagi anak-anak di usia belia tersebut sudah mengerti adab dan sudah bisa menghargai orang lain serta sadar tidak menyakiti yang lain dalam bermain dan berlari. Semua beban buyar saat melihatnya. Dan sang gurupun akan tersenyum bahagia. Bahkan mata bisa mengeluarkan bening-bening putih. Terharu melihat adab-adab mereka.

Baca selengkapnya »