Topic Archives: Gerakan Mahasiswa

Fenomena Pasca Pemira: Politisasi Anak Gerakan

Tulisan naif ini lahir sebagai bentuk perlawanan atas fenomena politisasi anak gerakan. Tulisan ini menjadi wajah sebuah perasaan yang gundah atas ketidakadilan yang masih terjadi dalam lingkup elit organisasi sekalipun. Apakah karena mereka anak gerakan, mereka harus tertolak oleh otoriterisme pemegang kuasa? Apakah karena mereka anak gerakan, hak mereka untuk berkontribusi melalui lembaga eksekutif harus dibunuh karena identitas gerakan mereka?

Baca selengkapnya »

Sajak Kebebasan; Harga Sebuah Keadilan

Dunia intelektual berduka. Kampus pendidikan sebagai pelopor cendekia terjebak dalam kubang hitam neo-otoriterisme. Jalannya terpingkal. Dia tergopoh-gopoh berusaha melepas diri dari cengkeraman keji pemangku kebijakan yang terhormat. Ya, kali ini dia berteriak berseru. Memanggil nurani para pahlawan yang menjadikan idealisme sebagai senjata dalam melawan kebatilan. Sudahkah nurani kita terpanggil untuk menyambut seruannya?

Baca selengkapnya »

Reposisi Gerakan

Pergerakan harus secara sadar mengalami tranformasi ke arah perjuangan jangka panjang. Perlu adanya simpati dan dukungan mayoritas mayarakat. Bukan justru dipandang sebagai entitas yang aneh – lantaran dinilai sebagai kelompok minoritas. Transformasi yang bertujuan untuk memenangkan opini-opini dan narasi-narasi gerakan yang kompatibel dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian perlahan mayoritas publik akan mendukung kembali gerakan mahasiswa sebagai kesempatan keduanya, sekaligus memastikan bahwa tradisi gerakan tetap akan berlangsung selama-lamanya.

Baca selengkapnya »

Menjaga Eksistensi Gerakan

Membangun budaya eksekusi sebetulnya berkenaan dengan agenda yang mampu secara jamaah untuk dilakukan. Berangkat dari grand design sederhana, tapi dapat dilakukan dengan perencanaan yang jelas dan terukur. Semuanya berkaitan dengan target, pelaku, konsep, aliansi/relasi, dana, serta indikator keberhasilan.

Baca selengkapnya »

Posisi Mahasiswa Dalam Sepak Bola: Kiper?

Mahasiswa angkatan 1998 layaknya seorang gelandang, walaupun mereka berhasil menggulingkan pemerintahan korup Orde Baru, namun itu tidak dilakukan murni berasal dari mahasiswa. Mereka harus bekerja sama untuk memasukan bola ke gawang dengan banyak pihak yang berkepentingan, contohnya seperti ABRI, tokoh Amien Rais, dan lawan-lawan politik Golkar pada waktu itu. Lalu apakah sekarang ini, mahasiswa generasi tahun 2015 hanya berposisi sebagai kiper yang menunggu datangnya serangan dari lawan?

Baca selengkapnya »

Gerakan Mahasiswa: Antara Realitas dan Dongeng-Dongeng Idealitas

Menilai gerakan mahasiswa hari ini, bagi mereka yang mengaku peduli dengan republik ini, bagi mereka yang mengaku “paling bergerak dalam gerakan mahasiswa”, seharusnya sadar bahwa bangsa ini tak akan baik jika saling menjatuhkan, saling mencaci dan saling menebar kebencian. Bagi mereka yang hari berada dalam tim aksi mahasiswa, community development, lembaga dakwah kampus, badan eksekutif mahasiswa, dan organisasi mahasiswa dalam kampus hingga organisasi mahasiswa ekstra kampus, seharusnya sadar bahwa tugas mereka bukan untuk saling menghakimi dan mengadili satu sama lain. Mereka yang tergabung dalam itu semua seharusnya sadar, bahwa musuh mereka bukan sesama mereka, tetapi perampok negeri, mafia bangsa, dan penindas global bertopeng liberalisasi dan kapitalisme yang terus menggerogoti keadilan sosial umat.

Baca selengkapnya »

Paradigma Gerakan Mahasiswa

Banyak mahasiswa yang saat ini terjebak dengan euphoria aksi jalanan. Aksi jalanan dianggap sebagai kegiatan yang hanya bisa dilakukan oleh mahasiswa. Padahal saat ini kita sudah masuk ke era reformasi. Pada era ini semua orang bisa melakukan demonstrasi di manapun dan kapanpun mereka mau. Sehingga dengan kondisi seperti ini, banyak mahasiswa aktivis yang tersesat di persimpangan jalan.

Baca selengkapnya »
Organization