Figure Archives: Zulaikha

Kecenderungan yang Menggelora

Ingatkah tentang kisah Istri Al-Aziz (Zulaikha) yang terlalu cenderung kepada Yusuf sampai-sampai membuatnya tidak mampu mengontrol diri? Pun begitu dengan semua wanita kota yang memotong jari jemari mereka saat mereka melihat ketampanan yang melekat pada Yusuf. Istri Al-Aziz cenderung kepada Yusuf begitupun dengan Yusuf (Q.S Yusuf : 24) Perhatikan ayat diatas, ternyata Yusuf juga memiliki kecenderungan kepada Zulaikha, namun beliau memiliki self control yang sangat kuat . Maka jika seandainya Yusuf Mencintai keindahan zahir lebih besar dari keindahan batin ia akan dengan mudah tergoda. Kecintaan yang menggelora kepada keindahan batin akan melahirkan kecintaan kepada Khaliq, sementara kecintaan yang menggelora kepada keindahan zahir akan melahirkan kecintaan yang berlebih kepada makhluk. Maka marilah, marilah kita berbenah, karena setiap perbuatan akan dipertanggung jawabkan walaupun sebesar zarrah. Seperti yang dikatakan seorang pujangga dalam syairnya : Sesungguhnya dosa dibalas siksa, seperti nyawa dibalas nyawa.

Baca selengkapnya »

Bukan Sekadar Ayah Biasa : “Pengalaman Ayah Hadir dalam Pengasuhan Anak”

Buku karya pria kelahiran Madiun ini sangat direkomendasikan untuk dibaca oleh para Ayah di Indonesia. Selain bahasanya yang renyah, juga karena disusun secara terstruktur dan based on real history. Sehingga ’obat’ yang ditawarkan bagi sebagian besar keluarga di Indonesia yang sedang ’sakit’, terasa mujarab meskipun baru sebatas dibaca. Dan mungkin akan ada sensasi lebih mengasyikkan setelah diimplementasikan kemudian.

Baca selengkapnya »

Wanita, Kartini, dan Emansipasi dalam Tinjauan Sejarah Islam

Emansipasi yang ditunggangi oleh para kaum liberalis dan feminisme semakin mengemuka akhir-akhir ini. Posisinya semakin kuat karena didukung oleh keawaman banyak masyarakat Indonesia. Sebagai contoh, salah seorang ibu yang beranggapan bahwa hari Kartini merupakan hari kebebasan bagi mereka untuk mengerjakan tugas-tugasnya sebagai seorang wanita. Hal ini didapatkan secara nyata di salah satu daerah di Indonesia. Mungkin ini hanya salah satu contoh kecil mengenai isu emansipasi yang telah tertancap di masyarakat. Padahal dari muatan-muatan perjuangan Kartini, hanya mengajarkan agar kaum wanita berpendidikan dan mampu mengetahui kodratnya sebagai wanita. Sebagaimana kumpulan tulisannya yang kemudian diterjemahkan dalam buku “ Habis Gelap Terbitlah Terang”. Beberapa sejarawan menegaskan sebagai inspirasi Kartini dari ayat Al Qur’an “mina dzulumaati ila nuur”. Sehingga sudah sepantasnya masyarakat memahami bahwa wanita tidak akan pernah setara dengan laki-laki. Namun, tidak juga berada di bawah mereka. Karena keduanya merupakan pasangan yang saling melengkapi. Usaha mereka dalam menempuh pendidikan setinggi-tingginya tidak lain hanya untuk meningkatkan keterampilan dalam mendidik anak-anaknya kelak. Karena tidak bisa dinafikan bahwa ibu adalah madrasah pertama bagi seorang anak.

Baca selengkapnya »