Figure Archives: Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

Cinta Adalah Memberi

Seorang pemuda kurus dan berkulit gelap tidak pernah menyangka dalam perjalanannya mengarungi arus, dalam perjalanan perantauannya, bahwa dalam perjalanan tersebut akhirnya ia menemukan cinta. Tentu ini bukan perkara mudah, karena cinta adalah memberi, maka seorang lelaki harus berani berjuang, bukan lelaki namanya bila ia tak berjuang, bukan sang pencinta sejati namanya bila dalam perjuangan cintanya ia tak mampu berjuang untuk yang di cintainya. Bukan lelaki namanya bila berjuang untuk uang panaik (dalam adat Bugis Makassar) saja ia harus perhitungan dan tak mau berkorban, bukan sang pencinta sejati bila ia tak mau berjuang untuk memenuhi takaran mayam (dalam adat Aceh), sebab cinta sejati patut diperjuangkan, cinta yang tulus akan menarik akar kaki dan otakmu untuk berjuang diluar batas kemampuanmu, hingga ikhtiar maksimal dari sang pemuda kurus dan berkulit gelap ini di jawab oleh Yang Maha Cinta, bahwa sekeras dan sekuat apapun manusia berusaha, Allah lah yang menentukan hasilnya.

Baca selengkapnya »

Jangan Jadi Generasi Tahu Bulat

Banyak hal yang bisa dilakukan selagi muda untuk memperkaya kualitas diri, demi menjemput kesuksesan di masa depan. Allah SWT memberikan kita kemampuan berpikir untuk bisa berkarya. Di masa muda, karakter kita mulai terbentuk. Kalau kita salah melangkah dalam mengisi masa muda, akibatnya bisa fatal dan permanen.

Baca selengkapnya »

Hikmah Dzulhijjah

Bulan Dzulhijjah adalah momen bertaqarrub, mendekatkan diri kepada Allah, membuktikan keimanan, ketaqwaan, dan kecintaan, serta mencari simpati dan keridhaan-Nya dengan berbagai amal kebaikan, sekaligus meneladani sifat-sifat Nabi Ibrahim yang telah berhasil membuktikan keimanan dan kecintaannya yang sempurna kepada Allah, juga akhlaknya yang mulia kepada makhluk-Nya.

Baca selengkapnya »

Hadiah Cinta dari Istanbul

Gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk cerminan akhlak juga mudah ditemui karena penulis novel ini memasukkan tafsir ayat-ayat al qur’an, syair-syair para ulama seperti Imam Ibnu Qayyim dll yang padat dengan nasihat. Bahkan diperkuat buku dan karya ilmiah yang ditulis para pemikir serta sejarawan Islam. Bobot itu amat terasa karena novel “Hadiah Cinta dari Istanbul” ini diperkaya 81 karya besar sebagai rujukan.

Baca selengkapnya »