Figure Archives: Hasan Al-Bashri

Khutbah Idul Fitri 1438 H: Belajar dari Sejarah Perselisihan Ulama dan Umara [1]

Jika kita belajar dari sejarah, ternyata akibat dari perselisihan antara ulama dengan umara sangat luas, merugikan semua pihak, dan dirasakan oleh seluruh masyarakat. Bagi para ulama. Sepintas mereka terlihat seperti pihak yang kalah dan dirugikan akibat dari perseteruannya dengan umara. Banyak ulama besar yang diuji ketabahannya akibat berselisih dengan umara. Keempat imam mazhab dalam Ahlus Sunnah wal Jamaah, semuanya tak luput dari ujian tersebut.

Baca selengkapnya »

Muhammad bin Wasi’, Murabbi yang Rabbani

Di antara tokoh ulama dan murabbi terbaik pada masa tabiin adalah Muhammad bin Wasi’. Nama lengkap beliau Muhammad bin Wasi’ bin Jabir bin Akhnas, imam rabbani, sang teladan, Abu Bakar al-Azdi al-Bashri. Muhammad bin Wasi’ adalah seorang imam rabbani, perawi hadis yang terpercaya, panutan dan tokoh ulama tabiin dari Bashrah, integritas ilmu dan keshalihannya sudah diakui oleh ulama di zamannya maupun generasi setelahnya.

Baca selengkapnya »

Ahlu Sunnah Menyoal Konsep Imam Ma’shum Syiah

Iradah syar’iyyah yang berarti kecintaan dan keridadhaan Allah dalam menghilangkan dosa dari ahlul bait dengan cara menyucikan mereka, sebenarnya tidak memberikan dalil bagi adanya sifat ma'shum orang-orang yang dimaksud dengan ayat di atas. Sebab tidak akan dikatakan kepada orang yang suci “sesungguhnya aku ingin mensucikan orang yang suci”, karena orang yang sudah suci tidak perlu didoakan lagi kesuciannya, Jika ayat tersebut mengandung “kemaksuman” niscaya lafadz ayat akan berbunyi lain, yaitu: (أَذْهَبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ) " Allah telah menghilangkan dosa dari kamu hai ahlul bait"[5]. Jadi tanpa diiringi dengan afadz “iradah”, atau sebagaimana teks asal ayat, yaitu: (يُرِيْدُ اللهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ) “Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu hai ahlul bait”

Baca selengkapnya »