Figure Archives: Al-Bukhari

Dunia Sangat Menakjubkan, Tetapi Ada yang Lebih Lagi…

Mungkin mirip seseorang yang sedang merasakan nikmatnya makan cireng isi. Pada saat seseorang memakan kulit bagian luar cireng, maka ia akan merasakan nikmatnya makanan tersebut. Akan tetapi si penjual menambahkan daging dalam cireng tersebut yang rasanya jauh lebih enak dari kulit cireng tersebut. Kalau seseorang berhenti dan merasa puas dengan kulitnya maka ia mendapatkan kulit cireng tersebut tanpa mendapatkan dagingnya, tetapi jika ia tahu bahwa di bagian dalam cireng ada yang rasanya lebih enak dari kulit tersebut maka ia akan terus memakan cireng hingga menemukan isinya. Begitulah kehidupan dunia dan akhirat. Ada yang saat merasakan kulit nikmat Allah berupa dunia, kemudian ia merasa cukup dan tidak tertarik untuk mengejar nikmat akhirat. Tetapi bagi mereka yang hatinya tertambat sampai kepada nikmat akhirat, kenikmatan dunia tidak melenakan mereka dari akhirat.

Baca selengkapnya »

Saat Sujud, Dahulukan Lutut atau Tangan?

Ibnul Qayyim mengatakan: Dahulu Rasulullah ﷺ meletakkan lututnya sebelum tangannya, kemudian tangannya, lalu diikuti dengan keningnya dan hidungnya. Inilah yang shahih yang diriwayatkan oleh Syarik dari ‘Ashim bin Kulaib dari ayahnya, dari Wail bin Hujr, dia berkata: “Aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, jika dia sujud dia meletakkan lututnya sebelum tangannya, dan jika dia akan bangkit, dia mengangkat tangannya sebelum lututnya. Dan tidak ada riwayat yang bertentangan dengan apa yang dilakukannya itu.” Selesai.

Baca selengkapnya »

Muhasabah Diri, Memantapkan Hidup

Kita senantiasa bersyukur, ada orang di sekitar kita secara sukarela selalu mengingatkan kita. Sehingga segala kekhilafan menjadi bermakna dan memiliki nilai tambah yang bermanfaat untuk kehidupan kita. Atau kita lebih suka menjadikan khilaf sebagai bencana? Itu adalah pilihan kita sendiri. Marilah kita bijak untuk menyikapi keadaan.

Baca selengkapnya »

Kemudahan dan Takdir Allah

Jika kemudahan itu bagian dari nikmat, maka sudah dapat dipastikan datangnya dari Allah (min Allah = dari Allah). Sedangkan kesulitan, jika itu bagian dari musibah atau kesengsaraan maka itu berasal dari sebab perbuatan diri kita sendiri (min nafsika = dari nafsumu). Meskipun tidak selamanya kesulitan itu sesuatu yang negative sebagaimana seseorang yang mengambil pekerjaan sebagai seorang direktur tentu mendapatkan tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibanding seorang office boy dalam sebuah perusahaan.

Baca selengkapnya »

Apa Hukumnya Perempuan Berobat Terapi ke Terapis Laki-Laki?

Dalam keadaan masyarakat yang normal dan wajar, saya rasa tidak sulit mencari dokter laki-laki dan wanita dengan spesialisasinya masing-masing. Sehingga kita relatif tidak sulit berobat dengan mekanisme yang dibenarkan syariat. Tapi, keadaan seperti itu tidak selalau sama di masing-masing daerah. Ada daerah minus dokter kandungan muslimah, bidan muslimah, atau semisalnya, yang ada adalah dokter laki-laki. Padahal pasien itu bisa laki-laki bisa juga perempuan, dan kesehatan serta kehidupan mereka mesti sama-sama dijaga.

Baca selengkapnya »
Organization