Figure Archives: Abdurrahman bin Auf RA

Khutbah Idul Fitri 1438 H: Idul Fitri Sebagai Momentum Peradaban Islam

Ketika Rasulullah SAW berhijrah ke Madinah, beliau SAW mendapati orang-orang berpesta dalam dua hari. Rasulullah SAW bertanya, "Hari apa ini?" Para penduduk Madinah itu menjawab, "Kami dulu berpesta dalam dua hari ini". Rasulullah SAW kemudian bersabda, Sungguh, Allah SWT telah mengganti dua hari itu dengan yang lebih baik dari padanya Idul Fitri dan Idul Adha.

Baca selengkapnya »

Dunia Dikejar, Akhirat Ditinggal

Sungguh merugilah mereka para budak dunia. Sudah berapa banyak buku motivasi dan motivator di televisi yang sudah kita teladani? Sudah berapa banyak seminar pengembangan diri yang diikuti? Adakah perubahan dalam diri ini? Bila cita-cita ingin menjadi orang kaya, contohlah para sahabat Nabi yang dengan itu dunia dibuat tunduk di atas keimanan dan ketaatan kepada Dzat pemilik seluruh kekayaan. Sungguh, akhirat adalah tempat pulang terbaik, yang di dalamnya terdapat surga yang sudah rindu untuk dihuni dan dinikmati bagi orang-orang yang bertakwa dan bersabar.

Baca selengkapnya »

Khutbah Idul Fitri 1437 H: Menguatkan Empat Komitmen

Sedih dan gembira merupakan dua perasaan yang menyatu pada diri kita hari ini. Sedih karena Ramadhan terasa cepat berlalu, padahal momentumnya belum kita maksimalkan untuk mengokohkan ketaqwaan pribadi, keluarga dan masyarakat. Meski begitu, kita juga gembira karena semoga dengan berakhirnya Ramadhan kita dapat kembali menjadi insan yang suci dari segala noda dan dosa. Setelah Ramadhan berakhir, di antara yang harus kita lakukan adalah memperkuat dan membuktikan komitmen kita terhadap empat hal yang amat penting dalam kehidupan pribadi, keluarga dan kemasyarakatan.

Baca selengkapnya »

Jangan-Jangan Kitalah Golongan Muthaffifin Itu

Surat Al-Muthaffifin berbicara tentang akhlak dan perilaku yang sangat spesifik, yaitu akhlak dalam muamalah, lebih spesifik lagi akhlak ketika menakar dan menimbang. Ini berbeda dengan rangkaian wahyu yang turun sebelumnya, yang menitikberatkan pada penanaman fondasi keimanan, terutama iman kepada hari pembalasan, serta hubungannya dengan akhlak dan perilaku secara global. Surat ini menjadi ujian bagi orang-orang beriman, apakah keimanan mereka pada hari akhir serta nilai-nilai Islam lainnya yang terus-menerus dipancangkan itu jujur atau baru sampai level wacana dan pengetahuan.

Baca selengkapnya »

Jika Punya Teman Sejati Kau tak Butuh Cermin Lagi

Memang, teman yang jujur akan mengusahakan kebaikan untuk sahabatnya dengan berbagai cara terutama ketika mendapati tanda-tanda bahwa sahabatnya mulai menjauh dari akhlak yang mulia. Itulah peran seorang sahabat sejati, seseorang yang dirindukan oleh salah satu ulama generasi tabiin, Muhammad bin Wasi’ dengan ucapannya: “Aku tak menginginkan dari dunia ini kecual tiga hal: Saudara yang meluruskanku jika aku bengkok, rezeki sederhana yang tak sulit saat dipertanggungjawabkan, serta shalat jamaah yang menghapus kelalaian shalatku dan keutamaan yang akan ditulis untukku”. Semoga Allah memberi kita teman dan sahabat sejati, yang banyak jumlahnya, baik dari keluarga dekat kita sendiri, maupun dari orang-orang yang jauh, yang Allah kirimkan sebagai anugrah untuk kita

Baca selengkapnya »

Persaudaraan dan Saling Mencintai antar Aktivis Dakwah Kampus Lintas Gerakan, Ibrah dari Ta’akhi Muhajirin dan Anshar

Kuatnya persaudaraan dan saling mencintai yang berlandaskan aqidah Islamiyyah, harus diutamakan di atas kepentingan golongan, perbedaan metode dakwah, serta egoisme sesaat gerakan. Apabila segenap aktivis dakwah Islam di kampus kampus besar di Indonesia menjalani ibrah dari episode muhajirin dan anshar ini, bukan tidak mungkin lompatan karya dan kebermanfaatan yang lebih besar dalam menyelesaikan permasalahan umat Islam Indonesia akan terlihat massif, rapi, dan terorganisir.

Baca selengkapnya »

Nilai Moral Menuju Berdikari

Itulah mengapa kita perlu menanamkan nilai continuous improvement, mengusahakan agar diri kita memiliki nilai jual dan potensi yang selalu bertambah, agar tidak tergilas dan tertinggal dengan perkembangan jaman. Continuous Improvement terdiri dari dua kata, continuous yang berarti berkelanjutan, terus – menerus dan improvement yang berarti kemajuan, perkembangan. Jadi, continuous improvement artinya perkembangan yang berkelanjutan. Nilai moral ini juga mengajarkan kita agar tidak membuang – buang waktu dengan percuma, agar memanfaatkan setiap waktu yang ada untuk meng-upgrade kemampuan dan wawasan agar dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Baca selengkapnya »