Topic
Home / Arsip Kata Kunci: uang (halaman 2)

Arsip Kata Kunci: uang

Penguatan Praktik Tata Kelola Syariah di Lembaga Keuangan Islam

kelemahan dari tata kelola praktik syariah saat ini adalah dibatasinya kewenangan anggota komite syariah yang hanya bisa memberikan persetujuan terhadap produk entitas. Tidak efektifnya tata kelola syariah ini akan bisa diselesaikan jika kewenangan anggota komite syariah ini ditingkatkan dan LKS membuat sebuah lingkungan kerja, dimana anggota komite syariah diperbolehkan untuk aktif terlibat dalam pemantauan dan pengawasan operasi lembaga keuangan Islam. Selain itu, harus ada kebijakan terkait anggota komite syariah yang akan dituntut ketika melanggar kontrak dan lalai dalam kinerjanya. Maka tata kelola syariah ini penting untuk diungkapkan minimal sama seperti pengungkapan tata kelola konvensional, dimana keterangan tentang temuan syariah review dan audit syariah dimasukan ke dalam laporan tahunan.

Baca selengkapnya »

Keuangan Islam dan Usulan Model Dewan Pengawas Syariah Turki

Dari berbagai usulan atas model Dewan Pengawas Syariah dapat disimpulkan bahwa idealnya anggota Dewan Pengawas Syariah menguasai ilmu fiqh dan juga akuntansi. Namun, salah satu kelemahannya adalah masih minimnya orang yang menguasai dua bidang tersebut, maka untuk solusi terbaik adalah adanya kerjasama antara auditor dan Dewan Pengawas Syariah. untuk di Indonesia sendiri pun peran dari auditor untuk entitas syariah masih dipegang oleh Dewan Pengawas Syariah, dan ini menjadi peluang tersendiri untuk mahasiswa dan lulusan akuntansi syariah untuk dapat mengambil peluang tersebut.

Baca selengkapnya »

Masihkah Uang Menjadi Alat Penyimpanan Nilai yang Ideal?

Berbeda halnya dengan sistem keuangan dalam ekonomi Islam, uang terdiri dari dinar dan dirham. Dinar terbuat dari emas dan dinar terbuat dari perak. Sehingga nilai intrinsik dan nominalnya seimbang. Keseimbangan nilai intrinsik dan nominal ini menjadikan nilai mata uang menjadi stabil karena uang itu sendiri berasal dari barang yang berharga. Tidak hanya berharga karena mendapatkan stempel dan pengakuan dari suatu negara. Namun dinar dan dirham akan tetap bernilai di negara manapun. Bahkan, jika negara pencetaknya telah tiada, dinar dirham tetap akan bernilai karena terbuat dari emas dan perak.Berbeda halnya dengan sistem keuangan dalam ekonomi Islam, uang terdiri dari dinar dan dirham. Dinar terbuat dari emas dan dinar terbuat dari perak. Sehingga nilai intrinsik dan nominalnya seimbang. Keseimbangan nilai intrinsik dan nominal ini menjadikan nilai mata uang menjadi stabil karena uang itu sendiri berasal dari barang yang berharga. Tidak hanya berharga karena mendapatkan stempel dan pengakuan dari suatu negara. Namun dinar dan dirham akan tetap bernilai di negara manapun. Bahkan, jika negara pencetaknya telah tiada, dinar dirham tetap akan bernilai karena terbuat dari emas dan perak.

Baca selengkapnya »

Menilai Praktik Audit Lembaga Keuangan Islam di Malaysia dan Indonesia

Saat ini, praktek audit syariah di LKI adalah tidak diatur dalam arti sebenarnya, baik di Indonesia, Malaysia atau bagian lain dari dunia yang berlatih perbankan Islam dan keuangan. Setiap LKI mengembangkan kebijakan sendiri atau minimal, checklist audit. Dengan tidak berlaku umum kriteria audit syariah, penelitian ini menemukan bahwa orang-orang yang langsung atau tidak langsung terlibat dengan audit syariah di LKI Malaysia dan Indonesia menganggap audit syariah memberikan fungsi berkembang dan memiliki kerangka yang tepat audit syariah yang akan menjadi bagian dari agenda utama mereka di masa depan.

Baca selengkapnya »

Strategi Cerdas Perencanaan Keuangan Pribadi

Perencanaan keuangan bagi setiap individu sangat penting untuk membantu merencanakan keuangan masa depan dengan baik, karena banyak orang yang tidak bisa merencanakan keuangannya sehingga menyebabkan keadaan keuangan yang merugikan. Salah satu contoh akibat tidak merencanakan keuangan dengan baik adalah seseorang yang tidak mampu memanage pemasukan dengan baik sehingga pengeluarannya lebih banyak dari pada pemasukan sehingga terjadi defisit.

Baca selengkapnya »

Optimalisasi Potensi Wakaf Uang Dalam Pembangunan Sumber Daya dan Kesejahteraan Rakyat Kecil

Pengelolaan wakaf uang di Indonesia masih jauh dari kata maksimal, berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia (BWI) bahwa aset wakaf uang yang sudah terkumpul di Indonesia per Desember 2013 baru mencapai Rp 145,8 M, sedangkan potensi wakaf uang sebesar Rp 60 triliun per tahunya. Potensi ini diasumsikan 50 juta warga negara  bersedia mewakafkan uangnya sebesar Rp 100 ribu per bulan.

Baca selengkapnya »
Organization