Home / Arsip Kata Kunci: tiga

Arsip Kata Kunci: tiga

Tiga Penyelamat dan Tiga Perusak

Rasulullah SAW berkata, “Ada tiga hal yang menyelamatkan dan tiga hal yang merusak. Yang menyelamatkan adalah takwa kepada Allah dalam sepi maupun ramai, berkata benar (adil) dalam kondisi ridha maupun marah, dan bersikap sederhana dalam keadaan kaya maupun miskin. Sedangkan yang merusak adalah bakhil yang kelewatan, nafsu yang diikuti, dan menyombongkan diri sendiri.” (HR Baihaqi).

Baca selengkapnya »

Kenali Intervensi Pihak Ketiga

Ketika ayah dan ibu sudah sepakat satu kata dalam satu hal, seringkali pihak ketiga datang seolah-olah menjadi juru penyelamat bagi si anak. Momen ketika anak melakukan kesalahan, ia akan berlindung dan mencari perhatian kepada kakek, nenek, om atau tantenya. Sehingga orang tua seakan-akan berada di pihak yang salah.Oleh karena itu, sebagai orang tua kita perlu menjalin komunikasi dengan orang-orang terdekat mengenai aturan yang telah disepakati antara kita dan anak-anak.

Baca selengkapnya »

Tiga Golongan yang Merugi

Manusia itu yang penting ketulusannya, bukan kemulusannya, tulusnya bukan fulusnya, budi pekertinya bukan body pekertinya. Rasul pernah mengingatkan kepada kita, khawatir Rasul jangan sampai apa yang kita miliki tidak ada gunanya. Untuk itu Rasul berkata, “Ya Allah lindungilah aku dari ilmu yang tidak ada manfaatnya.”

Baca selengkapnya »

Tiga Bekal untuk Para Pemuda

Seorang yang memegang misi panjang, tentu menyiapkan bekal menjadi hal amat penting. Demikian pula dengan pemuda yang sudah sadar akan peran sebenarnya di tengah sekumpulan makhluk Allah lainnya. Bekal di sini tak cukup hanya mencakup finansial saja. Justru bekal non fisiklah yang terbukti membuat banyak pejuang dan para pendahulu kita berhasil dalam misinya.

Baca selengkapnya »

Ada Kursi Cap Kaki Tiga di Kabupaten Buton

Anak-anak dari salah satu kelurahan di Kabupaten Buton, selalu bersemangat menempuh perjalanan hampir 20 km ke sekolah. Ada yang berjalan kaki, menggunakan sepeda, menggunakan angkutan desa atau ojek, maupun diantar dengan motor oleh orang tuanya. Sebagian besar lebih senang berjalan kaki dengan alasan agar sehat, walau alasan utamanya adalah hemat ongkos. Begitulah anak-anak ini, tak patah arang berjalan mendaki ke sebuah tempat yang mampu mewujudkan impian mereka, setidaknya bisa membaca.

Baca selengkapnya »