Topic
Home / Arsip Kata Kunci: tawa (halaman 2)

Arsip Kata Kunci: tawa

Cinta Tanpa Batas

Mas, Aku masih di sini, Menemani hari sang buah hati, Senyumnya, Celoteh riangnya, Gelak tawanya,Langkah-langkah kecilnya, Sorot matanya, Membuatku tegak berdiri, Walau sesekali..., Tetap, Aku tinggi berharap kau hadir kembali, Mas, Apakah aku bodoh?, Setiap kali senja mulai hadir, Aku dan buah hati bermain di teras rumah sederhana ini.

Baca selengkapnya »

Ibu, Kau Pahlawan Nomor Satu

Ribuan angan sesaki pikiranku. Entah mana yang akan dilirik oleh sang pengabul doa. Hari berlalu bagai buih diterjang angin. Terasa singkat, padahal berbulan-bulan telah meninggalkan ibu. Bahkan, terhitung setahun lebih. Senyum, tawa, dan amarahnya tak bisa terhapus dari benak ini. Baru tahun ini aku jauh dari orang tua.

Baca selengkapnya »

Hujan adalah Anugerah

Aku ingin menjadi seperti hujan. Menyejukkan bumi yang semakin panas. Membasahi tanah-tanah yang mengering. Menyediakan air bersih bersama pohon. Dan berlari-lari bersama teman-teman kecilku. Begitu indah dunia ketika senyuman dan ketawa lepas selalu menghiasi seantero jagat raya ini. Namun hujan tak selalu datang. Dan aku pun tak pernah mampu memprediksi kapan hujan akan menengokku.

Baca selengkapnya »

Menertawakan (Kesalahan) Diri Itu Penting!

Pernahkah kau alami hari yang luar biasa? Apa yang terjadi sama sekali berbeda jauh dengan yang kau rencanakan. Kita beri judul pada hari itu: Hari yang Kacau. Kita sudah sangat hati-hati siapkan presentasi yang sempurna hingga larut malam. Tapi kita justru terlambat bangun, PDAM mati, listrik mati. Sarapan gosong.

Baca selengkapnya »

“Sepi Tanpa Mu, Nak…”

Betapa sepinya hidup ini tanpa anak-anak. Gelak tawa, lengking tangis, jerit pekik, hingar bingar, hiruk pikuk, tingkah polah yang beragam dan segala keribetan yang bersumber dari anak-anak adalah bagian kehidupan yang sama sekali bukan beban. Bagian kehidupan itu kita jalani dengan persiapan dari awal dan pembelajaran selama menjalaninya, hingga mengantarkan mereka sampai memperoleh bagian kehidupannya sendiri.

Baca selengkapnya »

Teaching With Love

Saat masih duduk di bangku sekolah adalah masa indah yang sangat berkesan dan tak terlupakan. Persahabatan yang terjalin indah dengan banyak teman, kompak, akrab, penuh canda tawa, melakukan kegiatan kesenian, olahraga dan berbagai kegiatan lainnya, memperkaya pengalaman batin. Tentu saja yang paling berkesan adalah proses belajar mengajar dan guru-guru yang tulus ikhlas mendidik kami.

Baca selengkapnya »

Putus Yuuuk!

Beberapa hari belakangan ini aku melihat dia murung. Temanku satu itu tak seperti biasanya. Namanya vita, gadis berjilbab modis itu teman sebangkuku. Dia orang yang periang, suka usil, dan selalu membuat orang tertawa, tapi kali ini tingkahnya berbeda 180 derajat dari aslinya.

Baca selengkapnya »

Tertawa = Bahagia?

Apakah kebahagiaan jiwa berbanding lurus terhadap intensitas tertawa? Apakah semakin sering tertawa, seseorang akan merasakan kebahagiaan jiwa? Bagi saya, tidak. Kebahagiaan jiwa tidak selalu berbanding lurus terhadap intensitas tertawa. Kekosongan jiwa tetap saja saya rasakan ketika setiap hari, setiap saat saya tertawa. Iya, memang senang, tapi setelah itu, ya sudah, senangnya hilang berganti kekeringan.

Baca selengkapnya »

Di Tengah Tawa, Jangan Pernah Lupa untuk Menangis

Belakangan, bercanda dianggap cara yang paling efektif untuk berkomunikasi. Dengan bercanda kesalahan dianggap sesuatu yang lumrah dan selalu termaafkan. ‘Sengketa hati’ jarang hadir dari aktivitas bercanda. Bahkan kini, bercanda menjadi komoditi dagang yang favorit di stasiun-stasiun TV. Tapi, berkaca pada Muhammad Ibnu Sirin rahimahullah selayaknya di tengah gelak tawa, kita sisipkan hati dan pikiran kita untuk bertafakur dan bertaqarub kepada Allah. Jangan sampai seringnya tertawa membuat kita lupa betapa nikmatnya menangis tersedu kepada Allah.

Baca selengkapnya »
Figure
Organization