Home / Arsip Kata Kunci: tawa

Arsip Kata Kunci: tawa

Jalan Terjal Mempertahankan Takwa

Agar derajat takwa selalu menghiasi diri dan mampu meneranggi hidup dalam menapaki jalan kebenaran. Apalagi di bulan Syawal yang identik dengan hari suka cita. Berbagai aktivitas silaturahmi dan mengunjungi tempat wisata menjadi pilihan banyak orang. Tak jarang justru dalam kegiatan tersebut menyebabkan seseorang lalai dan terlena. Ibadah yang telah dirasakan kelezatannya selama Ramadhan secara perlahan hilang dalam diri seseorang. Akibatnya kesholehan seseorang mulai redup dengan berlalunya Ramadhan. Sejatinya Syawal yang bermakna bulan peningkatan, harusnya ibadah kita juga semakin meningkat sebagai buah manis Ramadhan yang telah dinikmati. Di sinilah peran takwa sangat berguna dalam membuktikan kesuksesan Ramadhan kita.

Baca selengkapnya »

Ibu…

Kaulah inspirasiku..., Kau katakan air hujan itu keberkahan yang harus ku syukuri, Kau ajarkan bagaimana mengarungi air di laut kehidupan, Kau berikan seteguk air yang menyegarkan, Dan kau hadiahkan air mata kebahagiaan, Tak henti ku bersyukur kepada Pencipta Alam Raya, Ku terlahir dan diperkenalkan denganmu, Senyum indah yang terpancar serta tawa kecilmu tetap melekat dalam ingatanku, Sesekali ku manja padamu.

Baca selengkapnya »

Arigatou

Melupakanmu, itu berarti membunuh separuh jiwaku, Melupakanmu, itu berarti merampas separuh memoriku, Melupakanmu, itu berarti menenggelamkan separuh asaku, Kau adalah anugerah terindah yang pernah singgah dalam relung hidupku, mengisi lorong-lorong hati dengan senyum dan tawamu, Kau adalah bintang dalam langit jiwaku, menghiasi indahnya langit jiwa dengan sinar kerlip mu yang sejuk dipandang.

Baca selengkapnya »

Bagaimana Mungkin Aku Berpaling Darimu?

Hari ini, Jumat 21 Oktober 2011, tidak biasanya aku tepat waktu datang ke sekolah. Karena, selain julukan Anak Rohis, julukan tukang telat juga melekat di dahiku. Ini disebabkan aku yang memiliki tugas menumpuk yang harus aku kerjakan selaku bendahara resmi, dan sekretaris tidak resmi Rohis. Sehingga kerap kali aku menyelesaikannya di pagi hari.

Baca selengkapnya »

Leni

Ini malam ke dua ratus delapan puluh sembilan. Malam ganjil tanpa bintang. Toh hampir tidak ada yang peduli soal bintang. Satu dua mungkin mendongak ke atas, sekilas saja, tak peduli bintang nampak atau tidak. Kerlip lampu-lampu kota lebih menarik, menggantikan kerlip bintang. Leni duduk memeluk lutut, gemetaran menahan dingin.

Baca selengkapnya »

Engkaulah Shalihah

Senyummu indah merekah, Bertengger pada ranting yang gagah, Berselimut daun nan megah, Sapamu begitu ikhlas, Menyimpan paras dalam ruas, Berbalut syariat, bertutup aurat, Bicaramu seadanya, Tak kurang, tak lebih, Biasa-biasa saja, Tawamu seperlunya, Tak kurang, tak lebih Biasa-biasa saja, Candamu selayaknya, Tak kurang, tak lebih, Biasa-biasa saja, Busanamu sederhana, Tak kurang, tak lebih, Biasa-biasa saja.

Baca selengkapnya »

Dingin Tanpa Penghayatan; Ada yang Terlupa

Kematian hati, banyak orang yang tertawa sedang maut mengintainya, banyak orang yang cepat datang ke shaf shalat tapi ternyata cepat pula dia pergi. Dingin tanpa penghayatan. Banyak orang yang sedikit beramal tapi disebut-sebutnya banyak sekali, merendahlah.! Engkau akan seperti bintang gemintang berkilau dipandang orang di atas liat air dan sang bintang pun jauh tinggi di langit.

Baca selengkapnya »