Home / Arsip Kata Kunci: restu

Arsip Kata Kunci: restu

Ingin Menikah dan Restu Ibu

Bismillah, Saya awali tulisan ini dengan segala puja dan puji hanya untuk Allah subhanahu wa ta’ala, yang dari-Nya lah segala sesuatu bermula, dan atas Rahmat dan Rahim-Nya semuanya bermakna. Termasuk apa yang ingin saya tuliskan saat ini, semoga bisa menjadi pelajaran serta pengajaran bagi semua terlebih lagi saya yang masih sangat perlu untuk terus belajar, setiap hal dalam dunia ini mempunyai makna lewat kata maupun realita.

Baca selengkapnya »

Hari Baikmu? Ya Hari Itu!

Aku baru saja menutup Al Quran Cordoba kiriman seseorang yang tak mau menyebutkan namanya, tapi kutahu siapa dia, saat handphone di meja bergetar, pertanda ada yang menghubungi nomorku. Meski tak sempat melihat nama yang tertera di layar, tapi aku hafal siapa pemilik suara di seberang sana.

Baca selengkapnya »

Dede Yusuf Minta Restu NU

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, Rabu (16/1) menerima kunjungan calon gubernur Jawa Barat Dede Yusuf, di kantornya. Kang Said, demikian Kiai Said disapa dalam kesehariannya, mendoakan agar mantan artis tersebut sukses dalam pencalonannya.

Baca selengkapnya »

Maju di Pilkada DKI, Hidayat Nurwahid Minta Restu Ulama dan Habaib Jakarta

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menunjuk kadernya, Hidayat Nurwahid, untuk maju memimpin Jakarta. Namun dukungan politik tidak cukup. Restu warga Jakarta tetap diperlukan. Untuk itu, pasangan Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini terus meminta restu dari berbagai kalangan, termasuk kalangan ulama dan habaib. Hidayat bersilaturahmi dengan forum dan habaib di DKI Jakarta, diantaranya Al-Irsyad, Rabithat Alawiyah, Y.W Said Naum, Jamaat Khair,  R Aljazira dan Front Pembela Islam (FPI). Pertemuan itu berlangsung hangat di rumah salah seorang habib di bilangan Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu (26/5/2012).

Baca selengkapnya »

Restumu Ibu

Udah! Kalau masalah berpakaian, Ibu gak pernah akur sama kamu!! Brakk!!! Ibu membanting pintu kamarnya setelah memperlihatkan seuntai bening jatuh dari matanya. Astaghfirullahaladziim… Betapa teganya diriku. Mengapa suaraku tiba-tiba ikut meninggi? Apa daya, emosi tengah menguasaiku. Aku hanya mampu diam, menahan amarah atas ketidakpahaman Ibu tentang apa yang kuanggap benar dan atas ketidakmampuanku menyampaikan kebenaran itu.

Baca selengkapnya »