Topic
Home / Arsip Kata Kunci: politik (halaman 4)

Arsip Kata Kunci: politik

Silaturahim PKS, Antara Dakwah dan Manuver Politik

Gerakan sebuah partai politik yang diekspos media rasanya seperti sayur tanpa garam bila tidak dibumbui berbagai penafsiran oleh khalayak. Termasuk silaturahim PKS kepada Presiden RI Jokowi beberapa waktu lalu. Momen itu berdekatan pula dengan isu reshuffle kabinet. Jadilah berbagai teori menghiasi kehadiran Muhammad Sohibul Iman (MSI) dan kawan-kawan di istana negara pada 21 Desember 2015.

Baca selengkapnya »

Rusia, Turki, dan Afghanistan

Alasan lain yang membuat muslim Rusia saat itu ikut mau berperang melawan Turki adalah karena mereka menganggap akhlak-moral Sultan dan penghuni istana sudah jauh dari Islam itu sendiri. Padahal Ulama - ulama Turki sudah mengeluarkan fatwa bagi muslim Russia untuk tidak ikut berperang.

Baca selengkapnya »

Pilkada Serentak dan Optimisme Masa Depan

Pilkada kali ini harus lebih baik dari percobaan proses politik periode sebelumnya. Beberapa hal masih menjadi ganjalan di beberapa daerah; seperti calon boneka untuk melanggengkan oligarki, netralitas penyelenggara dan lain-lain. Seiring berjalannya proses Pilkada ini kita sudah bisa merumuskan terapi apa yang akan kita terapkan untuk Pilkada serentak gelombang kedua dan seterusnya.

Baca selengkapnya »

Logika Dakwah: Melanjutkan Agenda Pemimpin Sebelumnya, Bukan Meninggalkan, Apalagi Menggantinya

Betapa tidak, bukankah dakwah yang kita gelorakan adalah dakwah yang syumuliyah mutakamilah, di mana politik merupakan bagian yang sangat penting di dalam berdakwah? Dan bukankah pula sedari awal kita sudah dikenalkan dengan apa yang disebut dengan siyasatud-da’wah?? Lalu kenapa mesti dipilah-pilah dan dipisah-pisah lagi.

Baca selengkapnya »

Kabut Asap dan Politics of Denial

Dalam standard good governance, performan pemerintah tidak diukur dari berapa besar upaya pemerintah mengatasi masalah, namun dari seberapa efektif penanggulangannya. Dalam konteks ini, rezim Jokowi gagal mengatasi masalah kabut asap dan cara mudah untuk mengelaknya, adalah dengan politics of denial. Hanya saja, pemerintah salah memperlakukan rakyatnya secara benar, tidak dengan akuntabilitas, namun dengan metode dan standar operasi intelijen. Rezim Jokowi tidak bertanggung jawab atas implikasi yang terjadi maupun ketidakmampuannya melakukan mitigasi bencana.

Baca selengkapnya »

Kabut Asap dan Politics of Denial

Dalam standard good governance, performan pemerintah tidak diukur dari berapa besar upaya pemerintah mengatasi masalah, namun dari seberapa efektif penanggulangannya. Dalam konteks ini, rejim Jokowi gagal mengatasi masalah kabut asap dan cara mudah untuk mengelaknya, adalah dengan politics of denial.

Baca selengkapnya »
Figure
Organization