Home / Arsip Kata Kunci: pluralisme

Arsip Kata Kunci: pluralisme

Mengeja Iman, Memaknai Pluralisme

Kawan, aku sepenuhnya meyakini telah berada di jalan yang benar sebagaimana keyakinanmu pada jalan yang engkau tempuh, juga demikian. Jika di hari keputusan nanti, aku benar dan engkau salah, aku sudah sulit membayangkannya. Tapi, jika di hari itu justru aku yang salah dan engkau benar, aku lebih sulit untuk membayangkannya.

Baca selengkapnya »

Publikasi Keshalihan untuk Mendulang Suara

Bukan toleransi semu dan bukan konsep toleransi yang tanpa arah, dalam arti bukan pemaksaan sepenuhnya dan bukan pembiaran sepenuhnya. Agar terbangun sebuah proses yang edukatif, semua memiliki akses secara terbuka untuk menentukan sebuah pilihan yang akan dipertanggungjawabkan masing-masing kepada Tuhan Sang Pencipta.

Baca selengkapnya »

Natal, Pluralisme, dan Toleransi Beragama

Sebuah photo spanduk besar dari partai X mampir ke dinding laman Facebook saya. Isinya mengajak perayaan natal bersama dengan pembicara Pdt. Gilbert Lumoindong, S.Th. Entah benar atau tidak photo itu, namun – kandungannya menarik untuk dicermati. Mengapa? Jika ajakan perayaan itu datang dari gereja, saya mafhum. Sebab itu berarti ajakan kepada jamaat dari gereja tersebut untuk merayakan natal.

Baca selengkapnya »

Bedah “Misykat” yang Memikat

“Ada yang menyebut Goenawan Mohamad laksana penari lantaran liukan permainan kata yang indah menawan. Namun, bagi saya, itu tidak mengandung kekuatan filosofis yang mampu meruntuhkan argumen lawan. Berbeda dengan Ust. Hamid melalui Misykat ini. Bak pendekar kungfu, beliau mampu memukul telak musuh melalui rangkaian katanya yang bernas. Benar-benar memuaskan logika yang selama ini banyak terkecoh” ujar Ust. Bachtiar Nasir, Lc.

Baca selengkapnya »

Adnin Armas: MUI Pernah Berfatwa Larang Ikut Liberalisme, Pluralisme, dan Sekularisme

Direktur Eksekutif Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (Insists), Adnin Armas, mengingatkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang melarang umat Islam untuk mengikuti paham-paham Barat. "MUI pada Musyawarah Nasional (Munas) ke 7 tanggal 26-29 Juli 2005 melarang umat Islam untuk mengikuti paham liberalisme, pluralisme, dan sekularisme," ujar Adnin, Ahad (21/10).

Baca selengkapnya »

Kajian Keummatan “Islam without Conspiracy”

Rohis Al-Futuwah STT-PLN mengadakan "Kajian Keummatan" dengan tema "Islam without Conspiracy" di Masjid Nurul Ilmi STT-PLN, Jakarta. 1. Sabtu, 23 Juni 2012. - Sesi 1: Kajian freemasonry dan illuminaty (ust. Abu Rabbani Abdullah), 08.00-11.00. - Sesi 2: Kajian pemurtadan (ust. Bernard Abdul Jabbar), 13.00-14.50. 2. Minggu, 24 Juni 2012. - Sesi 1: Kajian syi'ah (ust. Azzam Rumba Triana S.Th.i), 08.00-11.00, - Sesi 2: Kajian liberalisme & pluralisme (ust. Akmal Sjafriel), 13.00-14.50.

Baca selengkapnya »

Bedah Buku “Buya Hamka: Antara Kelurusan ‘Aqidah dan Pluralisme”

Sabtu (21/4/2012) Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) kembali menggelar diskusi Dwi-Sabtuan spesial. Dikatakan spesial karena diisi dengan agenda bedah buku Akmal Sjafril, ST. MPdI. berjudul “Buya Hamka: Antara Kelurusan ‘Aqidah dan Pluralisme”. Penulis yang akrab dipanggil Bang Akmal ini memang baru saja meluncurkan buku terbarunya tersebut pada tanggal 20 Maret 2012 lalu. Nama beliau sebelumnya dikenal sebagai penulis buku “Islam Liberal 101”, sebuah buku yang cukup dicari masyarakat pencinta ilmu. Hingga saat ini kabarnya buku tersebut sudah dicetak empat kali. Sehingga, ini menjadi hal yang menarik sekali jika kemudian beliau memutuskan membuat buku baru. Lalu, mengapa buku seputar Buya Hamka ini beliau tulis? Apa saja yang dibahas di dalamnya? Mari kita simak bersama uraian berikut.

Baca selengkapnya »