Home / Arsip Kata Kunci: mahar

Arsip Kata Kunci: mahar

Mahar kok Mahal, Menimbang Manfaat dan Mudharatnya

Selain menganjurkan agar memudahkan masalah mahar, Islam juga menganjurkan sikap qanaah (puas) dan berhemat dalam perlengkapan pernikahan serta membatasi hal-hal yang penting saja tanpa harus menambah-nambah hal yang tidak perlu. Sebab sikap yang berbangga-bangga dan sombong dalam menyiapkan perlengkapan rumah tangga bisa mendorong kepada sikap berlebihan dalam menetapkan mahar. Dari Anas r.a. bahwa Nabi saw.mengadakan walimah pernikahannya dengan Shafiyah binti Huyay hanya dengan hidangan sawiq (bubur) dan kurma. (HR Turmudzi) (hlm. 135-138)

Baca selengkapnya »

Benarkah Mas Kawin Alat Eksploitasi Perempuan?

Mas kawin adalah alat eksploitasi perempuan hanya terjadi pada masyarakat sekuleristik, liberalistik, yang menstandarkan seluruhnya pada materi. Sehingga perempuan hanya dijadikan komoditas yang dapat dibeli oleh laki-laki. Sedangkan dalam Islam pernikahan adalah satu syariat yang dapat menjaga kehormatan dan kemuliaan perempuan, pernikahan dalam Islam telah memposisikan hubungan suami istri adalah hubungan persahabatan, bukan hubungan atasan bawahan atau hubungan majikan dan pekerja.

Baca selengkapnya »

Maharku Untukmu

Mahar merupakan sesuatu yang diberikan suami kepada istri berupa harta atau bentuk lainnya sebagai salah satu syarat dalam pernikahan. Mahar atau disebut juga dengan mas kawin diterangkan di dalam Al-Quran. “Dan berikanlah mahar (mas kawin) kepada perempuan yang kamu nikahi sebagai pemberian yang penuh kerelaan.” (QS. An-Nisaa’: 4).

Baca selengkapnya »

Gelas Jodoh

Cover buku "Gelas Jodoh".

Gelas Jodoh adalah sebuah novel yang berkisah tentang Nirwani, seorang wanita dewasa yang akan segera menikah dengan seorang jurnalis televisi bernama Ryan, tak lain adalah mahasiswanya sendiri. Berbagai cara dihadapi Ryan demi wanita pujaannya itu. Uang sebesar 15 juta dari hadiah sayembara menulis novelnya di Jakarta dijadikan sebagai mahar untuk Nirwani.

Baca selengkapnya »

Khalifah Umar dan Mahar

“Wahai Amirul mukminin, apakah yang wajib kita ikuti itu Kitab Allah ataukah ucapanmu?” seorang wanita dengan penuh keberanian melontarkan pertanyaan kepada Khalifah Umar yang baru selesai berkhutbah. Wanita itu menanggapi pernyataan Umar yang melarang memahalkan mahar. Umar membatasi mahar tidak boleh lebih dari 12 uqiyah atau setara 50 dirham. Seraya menyatakan, “Sesungguhnya kalau ada seseorang yang memberikan atau diberi mahar lebih banyak dari mahar yang diberikan Rasulullah shalallahu alaihi wasalam pastilah aku ambil kelebihannya untuk Baitul mal.”

Baca selengkapnya »
Organization