Topic
Home / Arsip Kata Kunci: kita (halaman 6)

Arsip Kata Kunci: kita

Antara Pohon Pisang, Caroline dan Kita

Pohon pisang tak mau mati sebelum berbuah. Ia ingin kehadirannya di atas dunia ini bisa memberi manfaat sebelum ajal datang menjemput. Tak sekadar itu, pohon pisang telah mempersiapkan generasi penerusnya sebelum ia mati. Tunas-tunas muda inilah yang akan meneruskan tugasnya memberi kebaikan kepada sesiapa yang memetik buahnya, atau mengambil daunnya atau memanfaatkan batangnya.

Baca selengkapnya »

Masa Depan Milik Kita

Ada rasa sedih ketika melihat dunia Islam saat ini. Di belahan dunia manapun umat Islam selalu jadi bulan-bulanan musuh-musuh Allah. Bahkan negeri yang memiliki umat Islam terbanyak pun terus menjadi sasaran empuk mereka. Belum lagi negeri Islam "Palestina" yang terkoyak oleh Zionis penjajah. Afghanistan, Irak, Somalia, Checnya dan bumi Islam lainnya. Tidak hanya itu, kesenjangan yang amat dalam antara dunia Islam dan bangsa-bangsa Arab dalam bidang ilmu dan teknologi. Seakan awan kelam terus menyelimuti dunia Islam.

Baca selengkapnya »

“Dia Yang Maha Dekat, Di Manakah Kita?”

Kau tahu sahabat, apa yang membuat kita gelisah? “Gelisah”… Itulah kata yang tepat menurutku untuk mewakilkan kondisi kita ketika serpihan ketenangan hilang dalam jiwa kita. Pernahkah engkau merefleksi dirimu dari mana awal kegelisahan itu datang? Dari mana perasaan tak jelas itu menghampiri kita? Pernahkah engkau mengarahkan sang penguasa karya kita berhenti sejenak untuk menelusuri keberadaannya?

Baca selengkapnya »

Kapasitas Pengetahuan (Sebuah Pengantar “Muslimkah Kita?”)

Indonesia dikenal dengan Negara yang berpenduduk muslim terbesar. Namun yang menjadi pertanyaan apakah identitas muslim tersebut selaras dengan muslim yang sebenarnya sesuai dengan Diin Islam, ataukah hanya identitas KTP semata? Ekstrimnya, banyak yang beridentitas muslim dengan gampangnya berpindah aqidah, seakan–akan agama serupa dengan persinggahan dan ketika telah selesai, tanpa berpikir panjang pergi ke persinggahan lain.

Baca selengkapnya »

Mungkin Karena Kita…

Mungkin karena kita masih tetap di sini, di balik selimut yang hangat serta bantal kepala yang empuk untuk ditiduri, kita masih pulas di sana, dalam buaian mimpi yang terus menjejali, juga kelelahan-kelelahan yang sering terjadi karena memang kita meng-alpa-i diri. Kita memang masih di sini, di tumpukan kemalasan sedang matahari sudah mulai terbit dari timur, sedang embun pagi mulai membasahi bumi yang dingin.

Baca selengkapnya »

Pantaskah Kita?

Bismillah… Dalam getaran yang berlalu seperti hari-hari sebelumnya. KAU hadir kembali menghentakkan seluruh jiwa agar tunduk kembali pada-Mu. Seperti senja yang selalu terkenang, kemudian gerimis di awal malam yang dingin dan membekukan, memoar-memoar itu kembali terjadi namun dalam bahasa yang tak biasa. Kali ini terasa berbeda. Ketika satu persatu perenungan mulai menggugurkan keangkuhanku agar lebih merasa bahwa sungguh, tak ada yang lebih mulia selain keshalihan yang berbalut dengan hati yang ikhlas dalam beramal hanya karena-Mu.

Baca selengkapnya »
Figure
Organization