Home / Arsip Kata Kunci: keluh

Arsip Kata Kunci: keluh

Mengeluh Bukan Solusi

Daripada mengeluh, lebih baik memikirkan solusi yang tepat untuk memecahkannya. Apabila masalah tersebut kompleks, cobalah untuk membaginya menjadi beberapa bagian yang lebih sederhana, karena memecahkan masalah yang sederhana akan jauh lebih mudah. Bila perlu, tanyakan kepada orang yang lebih mengerti mengenai masalah yang kita hadapi tanpa harus mengeluh. Ada banyak sekali jalan menuju kebaikan, semuanya tergantung bagaimana cara kita menyikapinya dan seberapa keras usaha dan doa kita dalam menyelesaikannya.

Baca selengkapnya »

Jangan Mengeluh, La Yukalifullahu Nafsan Illa Wus’ahha

“Sabar.. imanku juga belum sesempurna yang ada dalam pandanganmu, tapi Allah selalu menutup aib kita, memeluk keluh demi keluh kita. Mengeluhlah hanya padaNya, sesungguhnya dia tidak akan membebankan beban yang berat di luar kemampuan kita. Jangan mengeluh di depan manusia, jangan mengeluh pada diri sendiri, kasihanilah hati dengan hanya mengeluh padaNya. Allah menyukai hambaNya yang kuat di hadapan manusia, tapi lemah di atas sajadah saat menghadapNya.”

Baca selengkapnya »

Peluh Tak Jadi Alasan untuk Mengeluh

Ayahku bekerja sebagai wiraswasta, karena sudah 2 tahun lebih ia terkena pemutusan hubungan kerja masal dari kantornya yang sudah gulung tikar. Ia tak pantang menyerah, terpuruk dan merenungi nasib hanya membuat pikirannya makin keruh. Ia bangkit dan berani memulai usaha menjadi teknisi pendingin ruangan. Pekerjaannya tak menentu, menunggu panggilan pelanggan yang memiliki masalah pada pendingin ruangan. Pendapatannya juga tak pasti, kadang dalam sehari tak sepeserpun dikantonginya. Mungkin, bagi sebagian orang kelihatannya bekerja sebagai teknisi pendingin ruangan bukan hal yang sulit. Tetapi itu merupakan pekerjaan rumit.

Baca selengkapnya »

Ibu, Malaikat Tanpa Sayap yang Tidak Pernah Mengeluh

Hal yang paling ku takutkan lagi adalah kematian. Sejak kecil hingga dewasa, sosok ibu sangat berharga dan penting di kehidupanku.Tanpanya aku tidak akan mungkin bisa menghargai orang lain dan tentunya menghargai hidup ini. Tak ingin berpisah dengannya, apalagi dipisahkan oleh kematian. Seorang anak akan sangat sedih ketika ditinggalkan oleh ibunya yang sudah membesarkannya dengan penuh cinta tulus dan kasih sayang.

Baca selengkapnya »

Masih Mau Mengeluh?

Masih mau mengeluh? Masih mau meratap? Meratap dan mengeluhlah sewajarnya saja, jangan sampai berlebihan dan berlarut-larut dalam kesedihan. Jangan sediakan waktu untuk menaiki panggung ratapan dan berseru tentang kesedihan. Alangkah lebih baiknya engkau mensyukuri nikmat yang telah engkau dapatkan. Betapa indahnya setelah engkau bersyukur dan memahami semua hakikat itu, lalu engkau mendakwahkannya kepada orang-orang di sekitarmu.

Baca selengkapnya »

Inilah Asal Kelemahan Kita

Dakwah ini berat, bagi mereka yang suka mengeluh. Dakwah ini menyakitkan, bagi mereka yang tidak pernah berkorban. Dakwah ini mengecewakan, bagi mereka yang selalu menuntut. Dakwah ini membosankan, bagi mereka yang jauh dari keteladanan. Dan pada akhirnya, dakwah ini hanyalah seonggok nurani yang terkapar, yang menunggu waktu hingga datang seorang juru dakwah yang tulus, kuat, dan teguh dalam mengemban amanah ini.

Baca selengkapnya »

Daur Ulang Keluhan

Ketika sedih, acapkali kita tak segan menularkannya kepada orang lain. Keluhan yang menular, contohnya terdekat bisa kita lihat di jejaring sosial yang mayoritas berisi keluhan, kesedihan dan luapan emosi tak terkendali. Itu yang dapat dilihat secara luas oleh teman-teman. Terlihat sepele, tapi bisa berimbas fatal, jika menjadi keluhan berantai. Yang satu mengeluh yang lain mengompori.

Baca selengkapnya »