Home / Arsip Kata Kunci: kau

Arsip Kata Kunci: kau

Film “Aku, Kau & KUA” Ajarkan Pemuda Bahwa Dalam Islam Tidak Ada Pacaran

Akan terlihat lebih keren dan indah jika pemuda-pemuda sekarang seperti dalam film “AKU, KAU dan KUA”, menyatakan cinta bukan untuk berpacaran tapi “will you marry me?”, maukah kau menikah denganku?, atau nikah yuk. Semoga film ini menjadi inspirasi bagi sutradara-sutradara lain untuk berkarya melalui film-film yang lebih mendidik, sehingga agama dan bangsa ini terjaga dari segala hal pelecehan kaum muda.

Baca selengkapnya »

Secarik Kisah Antara Kau dan Aku

Kau telah datang dari belahan bumi yang jauh, meski tak sejauh pencarian Adam kepada Hawa yang kemudian bersua di Padang Arafah. Mungkin lukisan bianglala yang telah menghantarkanmu padaku. Mungkin juga semilir gelombang aura telah sampai kepadamu sebelum kau coba ’tuk menyelami Atlantis yang tinggal legenda hanya untuk menyambangiku. Atau bisa jadi ada iradah yang memberimu aufklarung untuk menghentikan segala kedespotisan yang telah membuaiku sejak lama.

Baca selengkapnya »

Pernah Kau Lihat Cinta?

Kenapa harus cinta?, Di mana itu cinta?, Banyak yang berbicara tentangnya, Tak pernah terhapus jarak dan waktu, Siapa sesungguhnya cinta?, Yah, aku melihat cinta, Ia yang selalu menyelimutiku, Memegang erat setiap langkah ku, Cinta, Kadang aku benci dengannya, Karena setiap orang pasti berbicara tentangnya, Kenapa butuh Cinta?, Bukankah cinta selalu bersama dengan pengorbanan.

Baca selengkapnya »

Lamar Daku, Kau Kuterima

Hasil survey telah membuktikan bahwa jumlah perempuan dan laki-laki adalah 1: 10. Kita pun acap kali mendengar kalimat demikian bila ada seminar atau kajian yang membahas seputar pernikahan, apalagi terkadang ada satu dua orang menjadikannya sebagai dalih berpoligami. “Wajar, bila laki-laki berpoligami, perempuan dan laki kan 1 : 10”, kata seorang teman dalam sebuah guyonan

Baca selengkapnya »

Kau Datang Lagi

sungguh kau tak lagi asing, aku mengenalmu, aku sangat membutuhkanmu, terasa begitu berat jika harus tanpamu, kau pun telah menjadi segalanya bagiku, tapi...., kini kau berbeda, kau datang kembali, dengan luapan emosi, kau genangi setiap susut kota ini, ah . . ., kau kini datang lagi, bukan untuk berbagi, atau sekedar menepati janji.

Baca selengkapnya »

Ibu, Kau Pahlawan Nomor Satu

Ribuan angan sesaki pikiranku. Entah mana yang akan dilirik oleh sang pengabul doa. Hari berlalu bagai buih diterjang angin. Terasa singkat, padahal berbulan-bulan telah meninggalkan ibu. Bahkan, terhitung setahun lebih. Senyum, tawa, dan amarahnya tak bisa terhapus dari benak ini. Baru tahun ini aku jauh dari orang tua.

Baca selengkapnya »
Organization