Home / Arsip Kata Kunci: intelektual

Arsip Kata Kunci: intelektual

Medan Perang Intelektual Dakwah Kampus

Ini adalah sebuah refleksi dari salah satu misi keberadaan dakwah kampus, yaitu sebagai wadah proses pembentukan kepribadian mahasiswa agar kelak menjadi lulusan perguruan tinggi yang memiliki afiliasi kepada Islam. Misi lainnya adalah optimasi peran kampus yang terangkum dalam tridharma perguruan tinggi dalam upaya transformasi menuju bangsa berperadaban tinggi dengan masyarakatnya yang madani.

Baca selengkapnya »

Plagiarisme dan Martabat Intelektual

Diperlukan pula pengawasan yang ketat dan penegakkan sanksi yang tegas dari institusi pendidikan agar mencegah kejadian plagiarisme terulang kembali. Selain untuk menjaga nama baik institusi yang bersangkutan, lebih jauh, juga untuk menjaga martabat intelektual yang memang sudah menjadi keharusan untuk ditanamkan pada setiap diri insan akademis.

Baca selengkapnya »

Intelektualitas Pemuda

Misi penyelamatan organisasi kepemudaan harus segera dilakukan. Para pemimpin organisasi harus melakukan diskusi yang fokus terhadap penyelamatan organisasi dengan cara kembali ke tujuan organisasi yang dipimpinnya. Mengingat sejarah organisasi yang ia pimpin sangat penting agar tercipta tujuan organisasi yang ideal. Tujuan organisasi yang kini mulai pudar, sehingga membuat hilangnya kesadaran di kalangan kaum muda untuk terlibat dalam organisasi.

Baca selengkapnya »

Intelektual Profetik, untuk Semua Ruang Lingkup Kehidupan [1]

Diperlukan kajian yang mendalam untuk memahami hakikat intelektual profetik secara utuh. Namun secara sederhana, sejatinya intelektual profetik adalah sebuah keniscayaan bagi setiap muslim, terutama aktor gerakan sosial dan mereka yang mengemban amanah di berbagai ranah kebijakan publik. Pertemuan antara nalar akal dan wahyu adalah wujud dari hadirnya ruh islam dalam permasalahan sosial. Dan.. semakin memperjelas bahwa solusi islam adalah tawaran perjuangan

Baca selengkapnya »

Anak dengan Intellectual Disability (ID) Bukan Hidup untuk Diabaikan

Pada anak ID, intervensi melalui pendidikan dapat menjadi jalan keluar untuk bisa membantu mereka mengenal dunia sekitar mereka, tentu saja social support dari keluarga dan orangterdekat menjadi faktor penentu suksesnya intervensi melalui pendidikan ini. Intervensi dalam pendidikan bisa melalui pelatihan bina diri, sekolah inklusi, dan sekolah luar biasa. Di sana biasanya anak-anak diajarkan untuk memahami benda-benda, mengenal huruf, dan diajarkan cara makan, minum, berpakaian, dan lain sebagainya.

Baca selengkapnya »

Mewariskan Kekayaan Intelektual

Mewariskan kekayaan material (harta benda) memiliki manfaat bagi orang tertentu dalam masa yang terbatas. Namun mewariskan kekayaan intelektual dapat dinikmati orang banyak pada masa tanpa batas. Makanya, orang yang hebat adalah orang yang berusaha menghasilkan kekayaan intelektual dan mewariskannya pada generasi berikutnya. Sungguh, Berapa banyak ilmu yang sudah kita diterima dan berapa banyak pengetahuan yang telah kita sampaikan?

Baca selengkapnya »

Rekonstruksi Intelektualitas Perempuan untuk Kemajuan Bangsa

Tahap rekonstruksi terakhir adalah kontribusi, di mana seorang muslim telah terintegrasi dengan komunitas dan lingkungannya (keluarga, pmasyarakat, dan perusahaan/ kantor) dan berusaha meningkatkan efisiensi dan efektifitas hidupnya. Hal yang dilakukan dalam tahap kontribusi ini menurut Matta (2011: 11) adalah dengan cara menajamkan posisi dan perannya, sesuatu yang kemudian menjadi spesialisasinya, agar ia lebih tepat dan sesuai dengan kompetensinya. Dengan cara itulah seorang muslim dapat memberikan kontribusi sebesar-besarnya, dan menyiapkan sebuah ”amal unggulan” atau karya terbesar dalam hidupnya.

Baca selengkapnya »

Pesan Dari Sudut Bis Kota, Eksploitasi Intelektual, dan Perang Pemikiran

Konsep “perang” kini bertransformasi menjadi lebih elegan. Hari ini perang tidak harus menumpahkan darah, atau menghilangkan nyawa orang lain. Arena peperangan kini sudah berubah menjadi adu konsep, adu pemikiran, adu idealisme. Sesuatu yang dalam istilah Islam Kontemporer disebut sebagai istilah “Ghazwul Fikri” atau perang pemikiran memang dianggap strategi yang paling baik untuk melemahkan Islam dari dalam. Efek kekalahan yang begitu menyakitkan di “Perang Salib” membuat musuh-musuh Islam berpikir bahwa melawan Islam dengan kekuatan pedang adalah suatu hal yang sia-sia. Tak ada yang mampu mengalahkan konsep jihad yang begitu melangit dalam dunia Islam. Kini mereka melancarkan sebuah bentuk modern dari “perang salib”, yaitu perang pemikiran, sebuah konsep yang mampu menghancurkan sendi-sendi Islam dari dalam.

Baca selengkapnya »

Memilih Pemimpin Cerdas dan Tegas

Menjadi pemimpin bukanlah perkara mudah. Beban berat menanti dirinya. Apalagi dalam kondisi negeri yang sulit ini. Berbagai persoalan melilit negeri ini, tak putus-putusnya. Kemiskinan rakyat, kesenjangan ekonomi, tidak meratanya pembangunan, rendahnya kualitas pendidikan, sedikitnya lapangan kerja sampai pada masalah merajalelanya kejahatan dan tindakan korupsi. Semua itu merupakan deretan masalah yang menyangkut hajat rakyat dan harus segera diatasi

Baca selengkapnya »