Home / Arsip Kata Kunci: emansipasi

Arsip Kata Kunci: emansipasi

Wanita, Kartini, dan Emansipasi dalam Tinjauan Sejarah Islam

Emansipasi yang ditunggangi oleh para kaum liberalis dan feminisme semakin mengemuka akhir-akhir ini. Posisinya semakin kuat karena didukung oleh keawaman banyak masyarakat Indonesia. Sebagai contoh, salah seorang ibu yang beranggapan bahwa hari Kartini merupakan hari kebebasan bagi mereka untuk mengerjakan tugas-tugasnya sebagai seorang wanita. Hal ini didapatkan secara nyata di salah satu daerah di Indonesia. Mungkin ini hanya salah satu contoh kecil mengenai isu emansipasi yang telah tertancap di masyarakat. Padahal dari muatan-muatan perjuangan Kartini, hanya mengajarkan agar kaum wanita berpendidikan dan mampu mengetahui kodratnya sebagai wanita. Sebagaimana kumpulan tulisannya yang kemudian diterjemahkan dalam buku “ Habis Gelap Terbitlah Terang”. Beberapa sejarawan menegaskan sebagai inspirasi Kartini dari ayat Al Qur’an “mina dzulumaati ila nuur”. Sehingga sudah sepantasnya masyarakat memahami bahwa wanita tidak akan pernah setara dengan laki-laki. Namun, tidak juga berada di bawah mereka. Karena keduanya merupakan pasangan yang saling melengkapi. Usaha mereka dalam menempuh pendidikan setinggi-tingginya tidak lain hanya untuk meningkatkan keterampilan dalam mendidik anak-anaknya kelak. Karena tidak bisa dinafikan bahwa ibu adalah madrasah pertama bagi seorang anak.

Baca selengkapnya »

Wanita dan Kodratnya

Ilustrasi - Tarbiyah wanita muslimah (ukkiunso3d.wordpress.com)

Selain berdosa menurut pandangan Islam, wanita yang berpakaian tidak menutupi auratnya dapat membawa bahaya bagi dirinya. Apalagi yang memakai kalung emas dan gelang emas. Ini sangat menarik perhatian pencopet dan perampok. Bahkan wanita yang menampakkan auratnya akan mempengaruhi lelaki-lelaki jahil untuk mengganggunya bahkan memperkosanya.

Baca selengkapnya »

Muslimah Tidak Butuh Emansipasi Wanita

Sesungguhnya muslimah tidak butuh emansipasi wanita jika negara telah menegakkan syariat Islam, jika setiap pribadi kaum Adam mengetahui, menjunjung tinggi martabat dan memperlakukan kaum hawa sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah SAW. Dan bagi wanita cukuplah janji Allah yang dipegang.

Baca selengkapnya »

Jangan Buat Kartini Menangis

Majulah wahai saudari-saudariku. Raihlah mimpi-mimpimu, tapi jangan lupakan kodratmu, jangan lalaikan kewajibanmu. Jangan buat Kartini menangis dengan tingkah laku burukmu. Kartini berjuang untuk meninggikan derajatmu, mendapatkan hakmu, bukan untuk melawan kodratmu, bukan pula menghapus kewajibanmu sebagai seorang perempuan dalam keluarga, masyarakat dan juga negara.

Baca selengkapnya »

Gender Talk: Perempuan, Antara Fitrah dan Emansipasi

Gender Talk: Perempuan, Antara Fitrah dan Emansipasi. Bedah buku novel "Ratu yang Bersujud" bersama Mahdavi (penulis "Ratu yang Bersujud"). Talkshow bersama Rita Soebagio, MSi. (Peneliti INSISTS, Activist the Center of Gender Studies), Irna Mutiara (Fashion Designer, Founder of Hijabersmom Community). Ahad, 15 Desember 2013, 08:00 WIB di Coffee Institute Jl. Gunawarman 71 Kebayoran Baru, Jakarta.

Baca selengkapnya »

Antara Kartini, Wanita Aceh, dan Miss World

Tanggal 21 April yang lalu seantero negeri merayakan hari kebebasan dari keterkukungan ekspresi seorang wanita. Perubahan yang drastis itu dibawa oleh seorang tokoh nasional bernama Kartini. Sebuah perubahan dari persepsi bahwa peran wanita tak jauh dari tiga hal kasur, dapur dan sumur menjadi satu makna besar dari arti kehadiran seorang wanita sebagai bagian dari pengukir sejarah peradaban.

Baca selengkapnya »

Mencari Arti Kebebasan yang Sesungguhnya

Tanggal 21 April begitu akrab dengan RA Kartini yang dianggap sebagai perempuan pelopor kebangkitan perempuan Indonesia. Sebagai penghormatan atas wujud perjuangan kaum perempuan, simbol persamaan gender, dan emansipasi wanita. Kartini dipandang sebagai pahlawan, bukan dengan tindakan kekerasan, tapi tetap radikal, demi memperjuangkan kebenaran yang dipercayainya.

Baca selengkapnya »

Karnaval Kartini

Warna-warni pakaian adat meramaikan jalanan raya menyambut hari Kartini. Anak-anak dari jenjang taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah dirias sede mikian rupa untuk kemudian melakukan long march. Bentuk lain yakni berupa kontes busana adat atau ajang pemilihan model Kartini. Disadari atau tidak, aktivitas ini telah membudaya di dunia pendidikan negeri. Namun semestinya perlu dipertanyakan esensi manfaatnya. Benarkah demikian merupakan pembelajaran emansipasi? Lalu, apa pula hakikat emansipasi?

Baca selengkapnya »