Home / Arsip Kata Kunci: diri (halaman 10)

Arsip Kata Kunci: diri

Ramadhan Hadir, Tiba Saatnya Berkaca Diri

Jika Ramadhan diibaratkan tamu agung, maka Ramadhan adalah tamu agung yang kerap kita kecewakan. Kehadirannya kita rindukan tapi saat dia datang di tengah-tengah kita, tak ada yang kita berikan selain kelalaian dan rapuhnya kesungguhan. Ramadhan adalah akumulasi kemuliaan dalam tiap detaknya. Karena Ramadhan kita bisa melakukan hal yang berbeda kadar dan nilainya.

Baca selengkapnya »

Who Am I?

Alkisah, ada seorang petani tua. Setiap pagi ia pergi ke ladang untuk bertani di ladangnya. Suatu pagi ketika membersihkan semak di sekitar ladangnya, ia melihat sebuah telur elang yang tersembunyi di semak-semak ladangnya. Awalnya ia nampak keheranan. Telur ini lebih besar dari telur ayam yang sering ia lihat di rumahnya. Akhirnya telur itu ia bawa dan diletakkan bersama telur-telur ayam miliknya agar dierami sang induk ayam.

Baca selengkapnya »

Presiden PKS: Aktivis Islam Harus Membuka Diri

“Karena perjuangan untuk itu, termasuk di dalamnya unsur kemanusiaan, sosial, ekonomi, politik dan seluruh unsur yang dibutuhkan adalah misi bersama." Demikian paparan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq dalam pidatonya pada Konferensi Internasional bertema Islamic Unity and New World, yang diselenggarakan oleh ESAM (Ekonomik ve Sosyal Arastimalar Merkezi) ke-21, Minggu (27/5) di Istanbul, Turki. ESAM adalah sebuah lembaga kajian sosial dan ekonomi di Turki.

Baca selengkapnya »

Pemegang Bara Api

Kau biarkan harga diri itu semakin menurun, hanya demi gengsi dan nikmat sesaat..., tak pedulikah kau nikmat abadi dari Tuhan...? Jika kau sedikit mampu mengendalikan nafsu itu sesaat... Kau bangga dengan kalung kemaksiatan, seolah tak tersentuh jahannam, kau hina kami yang diam, tak mau ikut terbenam, si katro yang tertinggal zaman...!

Baca selengkapnya »

Mari Membiasakan Diri tidak Mengeluh

Hidup adalah proses panjang melelahkan yang penuh coba dan goda, seperti dunia yang bagaikan penjara bagi mereka yang bertaqwa. Karena bagi pencari keridhaan Yang Esa, kalaupun dia hartawan atau hanya sabar dan syukurlah perhiasan yang dia punya. Tidaklah semua itu berharga, melainkan hanya cicipan ala kadarnya dari surga yang kenikmatannya abadi tiada tara.

Baca selengkapnya »

Ketika Diri Ini Membangun Cinta

Membahas mengenai kata CINTA memang tidak akan ada habisnya. Seperti yang dituliskan Anis Matta dalam bukunya ‘Serial Cinta’, Seperti angin membadai. Kau tak melihatnya. Kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun. Atau merangsang amuk gelombang di laut lepas. Atau meluluhlantakkan bangunan-bangunan angkuh di pusat kota metropolitan. Begitulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda. Tak terlihat. Hanya terasa.

Baca selengkapnya »

Ketika Akhwat Mengajukan Diri

“Assalamu’alaikum…”, sapaku dengan nafas setengah tersengal pada Ka Mia sambil cipika cipiki. “Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.. Sehat Dhir?”, balasnya sambil tersenyum. “Alhamdulillah Ka.. Kakak udah lama di sini?”, sahutku sambil menyelonjorkan kaki. “Baru nyampe juga kok.. Mbak Syifa telat katanya, kita diminta mulai dulu. Kita tunggu satu orang lagi aja ya baru kita mulai liqonya..”

Baca selengkapnya »
Organization