Home / Arsip Kata Kunci: definisi

Arsip Kata Kunci: definisi

Pengertian Syiah (Bagian ke-3): Kesimpulan, Analisa, dan Komentar

Jika apa yang dimaksudkan dengan Syiah adalah mereka yang memiliki kecenderungan, dukungan, atau anggapan bahwa Imam Ali dan Ahli Bait lebih utama dalam memegang tampuk kepemimpinan pasca-Nabi Saw, seperti yang diungkap oleh Imam Asy'ari, Ibnu Hazm, Ibnu Khaldun, dari kalangan Ahli Sunnah, maupun Al-Qummi, an-Naubakhti serta Mufid, dari kalangan Syiah, maka kita dapat jumpai sejumlah Sahabat yang tidak terorganisir seperti Salman al-Farisi, al-Miqdad, Abu Dzar al-Ghifari, Talhah bin Ubaidillah, Zubair bin al-Awwam dan lain-lain, termasuk di dalamnya beberapa anggota dari Bani Hasyim yang memiliki kecenderungan, angan-angan dan pandangan bahwa Imam Ali adalah Sahabat yang paling layak untuk menjadi khalifah pasca-wafatnya Nabi Saw.

Baca selengkapnya »

Pengertian Syiah (Bagian ke-2): Definisi Syiah Secara Epistemologi (Istilah)

Secara redaksi para ulama' Syiah juga tidak satu kata dalam mendefinisikan Syiah; sebagian berpendapat bahwa Syiah adalah pengikut Ahlu al-Bait, sebagian berpendapat bahwa Syiah adalah kelompok Ali bin Abi Thalib, yang mendukungnya serta mengangkatnya menjadi pemimpin, sebagian mengatakan bahwa Syiah adalah kelompok yang berkeyakinan bahwa Imam Ali bin Abi Thalib adalah pemimpin pasca-meninggalnya Nabi tanpa jeda waktu, serta membelanya dengan penuh loyalitas, sebagian menambahkan kategori lain yaitu adanya naskah tertulis dan wasiat dari Nabi.

Baca selengkapnya »

Pengertian Syiah (Bagian ke-1): Definisi Syiah Secara Etimologi (Bahasa)

Ibnu Atsir berpendapat bahwa Syiah bermakna firqatun min an-nās (sekelompok manusia). Bisa dipakai untuk lafal mufrad (singular/tunggal), mutsannā (dua pelaku) dan jama' (plural/banyak). Dapat dipakai untuk lafal Mudzakkar (masculine) maupun muannats (feminine). Namun lafal ini kemudian populer sebagai sebutan bagi mereka yang mendukung Imam Ali dan keluarganya sebagai pemimpin, sehingga menjadi nama yang sangat khas bagi kelompok ini.

Baca selengkapnya »

Mendefinisikan Keimanan dan Keadilan Pemimpin

Pemimpin yang mampu menghormati, menjaga dan menciptakan keharmonisan kehidupan berbangsa yang majemuk adalah pemimpin yang adil, yang menempatkan sesuatu pada tempatnya. Islam diturunkan sebagai agama rahmatan lil aalamiin yang adil, yang menegakkan kemaslahatan bagi seluruh elemen. Pemimpin yang beriman, menjaga keimanannya dengan bertakwa, ia akan dituntun oleh Tuhannya untuk tidak berbuat sia-sia apalagi aniaya/zhalim.

Baca selengkapnya »

Definisi dan Bahaya Riba

Hadits yang sangat singkat di atas, menggambarkan mengenai bahaya dan buruknya riba bagi kehidupan kaum muslimin. Begitu buruk dan bahayanya riba, sehingga digambarkan bahwa Rasulullah SAW melaknat seluruh pelaku riba. Pemakannya, pemberinya, pencatatnya maupun saksi-saksinya. Dan kesemua golongan yang terkait dengan riba tersebut dikatakan oleh Rasulullah SAW; “Mereka semua adalah sama.”

Baca selengkapnya »

Shalat Istisqo (Definisi, Hukum, Dalil, Adab, Tata Cara, dan Doanya)

Istisqo secara bahasa adalah meminta turun hujan. Secara istilah yaitu meminta kepada Allah SWT agar menurunkan hujan dengan cara tertentu ketika dibutuhkan hamba-Nya. Hukum shalat Istisqo adalah sunnah muakkadah bagi yang terkena musibah kelangkaan air untuk minum dan kebutuhan lainnya. Dan dianjurkan bagi kaum muslimin lainnya yang masih mendapatkan air, sebagai bentuk ukhuwah dan tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.

Baca selengkapnya »

Mengenal Al-Qur’an

dakwatuna.com – Ketika manusia mencoba mengupas keagungan Al-Qur’an, maka ketika itu pulalah manusia tertunduk mengakui keagungan dan kebesaran Allah swt. Karena Al-Qur’an mengandung lautan makna yang tiada batas. Lautan keindahan bahasa yang tak mampu dilukiskan kata-kata. Lautan ilmu yang belum terpikirkan jiwa manusia dan berbagai lautan lain yang tak terbayangkan …

Baca selengkapnya »