Tampak Erdogan dan Istrinya menggendong Recep, Tayyip dan Erdogan. (turkpress.co)

dakwatuna.com – Ankara. Seorang aktivis media sosial menyebarkan berita terkait wafatnya Recep Tayyip Erdogan. Menurut postingan Moussa al-Omar, seorang wartawan asal Idlib Suriah, ketiga anak kembar itu wafat akibat ledakan bom klaster tentara Rusia di kota Idlib.

Dilansir dari Turkpress.co, Ahad (05/11/2017), al-Omar juga menjelaskan siapa ketiga anak kembar tersebut. Disebutkan, ketiganya dilahirkan pada tahun 2012 di Turki, dan diberi nama masing-masing Recep, Tayyip dan Erdogan.

“Telah syahid saudara *Recep, *Tayyip dan *Erdogan akibat ledakan bom klaster dari serangan pasukan Rusia di Idlib. (Mereka, red) dilahirkan di Turki tahun 2012, dan (tampak) digendong Erdogan dengan tangannya,” tulis al-Omar dalam akun twitter pribadinya.

Seperti dijelaskan, orang tua dari ketiga kembar tersebut memberi nama seperti nama Presiden Turki. Hal itu karena ketiganya dilahirkan di Turki, dan sempat dikunjungi oleh Presiden Erdogan di kamp pengungsian. Bahkan Presiden sempat menggendong ketiga bayi tersebut dan memberi mereka hadiah. (whc/dakwatuna)

استشهاد الأخوة *رجب *طيب *اردوغان بانفجار قنبلة عنقودية من مخلفات القصف الروسي بإدلب
ولدوا بتركيا 2012 وحملهم أردوغان بيديه pic.twitter.com/GU5bFtC1Qg

— موسى العمر (@MousaAlomar) November 4, 2017

 

Sumber: Turk Press