Home / Arsip Kata Kunci: adu

Arsip Kata Kunci: adu

Kegaduhan Atas Pengaduan Menteri ESDM Hanya Mengalihkan Esensi Kewajiban Freeport

Kegaduhan MKD atas pengaduan Menteri ESDM Sudirman Said, sangat disayangkan oleh Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). KAMMI menganggap laporan etika dewan ini hanya membuat publik luput dari esensi dan masalah sesungguhnya. Ketua Umum PP KAMMI, Kartika Nur Rakhman mengatakan bahwa Freeport berhasil mengadu domba Indonesia lewat MS (4/11/2015).

Baca selengkapnya »

Peraduan Cinta

Tak percaya Marsya membaca surat yang ia terima sepulang sekolah tadi. Surat dari seseorang yang selama ini dia kasihi. Surat dari Faris. Rasa tak percaya pada isi surat itu, membuat Marsya membacanya lagi. Marsya, sebelumnya aku ucapkan terima kasih atas kebahagiaan yang kamu selipkan dalam hampa sepi kehidupanku selama ini. Tak pernah aku membayangkan bisa mendapatkan kasih sayangmu.

Baca selengkapnya »

Politik Adu Domba

Politik adu domba telah terkenal di Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda. Bangsa penjajah saat itu menamakannya sebagai devide et impera. Ini adalah sebuah strategi yang digunakan oleh pemerintah penjajahan Belanda untuk kepentingan politik, militer dan ekonomi. Politik adu domba digunakan untuk mempertahankan kekuasaan dan pengaruh penjajahan Belanda di Indonesia.

Baca selengkapnya »

Biarkan Aku Mengadu

Wahai engkau sang penguasa, Yang memiliki harta dan kuasa, Bukanlah takdir yang memilihmu, Menjadikan raja di kalanganmu, Bukan aku mendendam padamu, Bukan pula aku benci padamu, Tapi kini aku sadar, Akan penat dan lelah yang bersandar, Wahai malam yang penuh duka, Hari ini aku tatap luka, Yang dulu pernah menganga, Bukan karena sakit,melainkan karena senja.

Baca selengkapnya »

Biarkan Aku Mengadu

Wahai engkau sang penguasa, Yang memiliki harta dan kuasa, Bukanlah takdir yang memilihmu, Menjadikan raja di kalanganmu, Bukan aku mendendam padamu, Bukan pula aku benci padamu, Tapi kini aku sadar, Akan penat dan lelah yang bersandar, Wahai malam yang penuh duka, Hari ini aku tatap luka, Yang dulu pernah menganga, Bukan karena sakit, melainkan karena senja.

Baca selengkapnya »

Dan Al-Quran pun Mengadu

Dan Al Qur’an pun mengadu, Pernahkah kita membayangkan itu?, Pernahkah kita memikirkan bahwa suatu ketika Al Qur’an akan mengadu, Mengadu tentang keengganan kita untuk sejenak meliriknya, Keterburu-buruan kita ketika membacanya, Mengadu tentang bacaan yang tidak sesuai dengan aturannya, Mengadu tentang kita yang tak pernah meresapi makna-makna indah.

Baca selengkapnya »

Biarkan Aku Menangis

Biarkan aku menangis..., Sebagai rasa haruku yang membiru, Sebagai rasa laluku yang mengadu, Rasa rasa penyedap dalam kalbuku, Biarkan aku menangis..., Karena guronan batu yang menepis, Biarkan aku menangis, Karena luka yang memanas, Biarkan aku menangis..., Menangis rindu dan malu, Pada Rabbku ..., Biarkan aku menangis..., Dengan butiran cinta yang bagai gerimis.

Baca selengkapnya »

Tawar-Mawar Bunda

Pagi yang belum sesempurna jeritan senja kemarin. Masih malu-malu mentari menampakkan dengan terang waktu sepenggalah naiknya, Dhuha. Sama dengan cerita dan pengaduan seorang anak kecil bernama Mega, dalam lantunan muraja’ah (menghafal ulang al Qur’an) di tengah taman depan rumah. Gadis 10 tahun ini mengamati satu pot kecil di pojok.

Baca selengkapnya »
Organization