Topic
Home / Narasi Islam / Sosial (halaman 8)

Sosial

Menulis dan Tanggung Jawab Ilmu

Menulis merupakan satu kegiatan keilmuan yang paling baik untuk mengembangkan ilmu yang kita miliki. Dengan menulis kita bisa menyampaikan berbagai informasi, perasaan, dan gagasan secara nyata sehingga bisa dilihat dan diketahui oleh khalayak umum. Namun, bagaimana apabila paradigma menulis telah dilandasi oleh kepentingan-kepentingan materi?

Baca selengkapnya »

Pemaknaan Pluralis Ketuhanan Maha Esa Dalam Pancasila

Teolog Jerman Olaf Schumann memberika penafsiran terhadap sila Ketuhanan Yang Maha Esa, “Istilah “ketuhanan” merupakan istilah yang sangat abstrak; bukan “Tuhan” melainkan “ketuhanan”, suatu prinsip mengenai Tuhan, tetapi bukan Tuhan itu sendiri. Oleh karena itu, ia pun sangat sulit diterjemahkan ke dalam bahasa asing... Jadi, dengan rumusan sila ketuhanan diberikan ruangan luas yang sekaligus dilindungi oleh negara agar agama-agama yang diakui dapat menguraikan dan mengembangkan pemahaman mereka masing-masing mengenai Tuhan itu.”

Baca selengkapnya »

Inspirasi Idul Fitri

Setidaknya ada tiga inspirasi penting agar Idul Fitri atau hari Lebaran menjadi lebih bermakna bagi keluarga kita. Pertama, pembiasaan mengucapkan syukur atas nikmat yang begitu banyak selama Ramadhan sehingga kita mampu mengoptimalkan level aktivasi ibadah kita. Kedua, memperbanyak istigfar dan dzikir. Ketiga, menjalankan silaturahim yang meaningful.

Baca selengkapnya »

Konflik Peradaban dan Kebijakan Politik Barat

Di Indonesia, gerakan liberalisasi pemikiran Islam terasa sangat intens dan serius. Penyebaran wacana-wacana tentang Islam dan pemikiran keislaman yang terdengar “aneh” di telinga para ulama dan cendekiawan Muslim ini dilakukan melalui media surat kabar, majalah, media elektronik baik radio maupun televisi, dan penerbitan buku-buku.

Baca selengkapnya »

Puasa dan Perbaikan Akhlak Bangsa

Kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan kali ini menjadi momentum yang sangat tepat untuk pembinaan mentalitas yang baik dan akhlak manusia Indonesia yang mulia. Apalagi, akhir-akhir ini bangsa kita dibuat resah dan kecewa dengan berbagai kasus kerusakan moral dan pikiran para remaja.

Baca selengkapnya »

Literasi dan Peradaban Manusia

Literasi juga berkaitan dengan kekayaan budaya suatu bangsa, banyaknya karya yang ditulis menunjukkan kekayaan pengalaman penduduk dalam menyikapi kehidupannya. Dengan banyaknya karya maka sebakin banyak juga varian bacaan yang akan memperkaya khazanah keilmuan suatu bangsa, begitulah menulis dan membaca menjadi sebuah siklus tak putus yang mengembangkan kesadaran diri akan hausnya ilmu pengetahuan. Dengan demikian literasi menjadi suatu hal penting yang harus dimiliki setiap individu untuk menjalani kehidupannya, kekayaan literasi yang muncul dari setiap individu pun tidak hanya berdampak bagi dirinya sendiri, tapi akan menjadi jembatan perbaikan kualitas peradaban manusia di masa yang akan datang

Baca selengkapnya »

Mari Sadari dan Luruskan Persepsi, Skizofrenia Itu Penyakit Medis, Bukan Mistis

Skizofrenia berasal dari bahasa Yunani yaitu skhizein (belah) dan phrén (an jiwa). Eugene Bleuler memperkenalkan istilah ini pada tahun 1911, maksudnya adalah terpecahnya atau ketidakselarasan antar komponen pembentuk jiwa seseorang, diantaranya proses berfikir, emosi dan perilaku orang tersebut. Skizofrenia umumnya bersifat kronis (menahun) dan tergolong gangguan jiwa berat, karena penderitanya mengalami psikosis yaitu kesulitan untuk menilai realita, membedakan antara kenyataan dengan waham atau delusi yaitu sebuah keyakinan atau pemikiran yang salah, misal seseorang itu merasa dicurigai, diikuti orang yang tidak terlihat dan hal-hal yang sulit dikoreksi oleh orang normal.

Baca selengkapnya »

Miras Sumber Kejahatan

Melihat keterangan ini, jelas bahwa minuman yang mengandung alkohol baik sedikit ataupun banyak haram dikonsumsi oleh manusia. Jika kita bandingkan dengan argumen Ahok bahwa kandungan alkohol dalam bir hanyalah 5 persen, maka tetap saja bir tersebut haram karena mengandung alkohol. Oleh karena itu, keinginan Ahok agar bir bisa dijual bebas di pasaran sama saja dengan menjerumuskan umat Islam khususnya warga Jakarta dalam keharaman.

Baca selengkapnya »

Menengok Sejarah Pancasila: Ideologi Kebangsaan Berlandaskan Islam

Pancasila sebagai buah perjuangan bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan begitu diagungkan layaknya barang keramat. Hal ini wajar, karena Pancasila merupakan hasil keringat dan cucuran darah para pejuang bangsa Indonesia selama tiga setengah abad hingga akhirnya diberikan karunia Allah berupa kemerdekaan dan terbebas dari imperialisme Barat. Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa banyak pihak yang berusaha menjadikan Pancasila sebagai pandangan hidup menggantikan agama. Agama ingin disisihkan oleh Pancasila, bukannya memberi landasan dan mewarnai Pancasila. Tak ayal, Pancasila pun ingin menggantikan Islam, bukannya Islam yang melandasi Pancasila. Padahal, kata-kata kunci dalam Pancasila seperti “Ketuhanan Yang Maha Esa”, “adil dan beradab”, dan “hikmat” adalah istilah-istilah yang sangat bernuansa Islam.

Baca selengkapnya »

Komunikasi Cinta Bentuk Pribadi Berbudi dan Berkarakter

Ada 5 bahasa cinta untuk mengisi tangki cinta tersebut. Pertama, Dilayani. Seseorang akan merasa dicintai apabila ia diperhatikan, dilayani kebutuhannya, ditemani. Kedua, Saat-saat Kebersamaan/Berkesan. Seseorang akan merasa dicintai apabila diperlakukan istimewa dengan diajak travelling, kumpul-kumpul, jalan-jalan, atau kegiatan kebersamaan lainnya. Ketiga, Diberi Hadiah. Ada lagi individu akan merasa dicintai ketika ia diberi hadiah di hari-hari spesialnya, ulang tahun, hari perpisahan, hari wisuda ataupun tanpa hari special, apabila diberi hadiah, seorang individu akan merasa sangat bahagia dan tersanjung. Keempat, Sentuhan fisik. Bahasa cinta ini khususnya bagi anak tipe kinestetik, yang menjadikan gerak tubuh sebagai fokus utama. Seseorang dengan bahasa cinta sentuhan fisik ini misalnya dengan disentuh, dibelai, digenggam tanggannya atau dipeluk. Kelima, Kalimat-kalimat pendukung. Seseorang dengan tipe ini sangat sensitive dengan celaan, ledekan atau buli-an.

Baca selengkapnya »
Figure
Organization