Home / Narasi Islam / Dakwah (halaman 10)

Dakwah

Terhentinya Laju Kaderisasi Dakwah (Bagian ke-2)

Stagnan atau berguguran, bisa bermakna seleksi bagi orang-orang yang terpilih, tetapi bisa juga bermakna pupusnya suatu cita. Antara terpilih dari suatu rangkaian ujian, tenggelam di dalamnya, atau masih menunggu. Antara terwujudnya buah-buah kemenangan sempurna atau tumbang dalam kekalahan sempurna, atau jika harus memberikan estafet. Harus terus ada suplai energi untuk menjaga keberlangsungannya, yang mungkin tak selesai dalam satu kurun. Untuk tegaknya sebuah pokok, jikapun tidak, untuk terjaganya sebuah benih, untuk keberlangsungan sebuah regenerasi, ketika masih harus menempuh perjalanan panjang sampai batas zaman.

Baca selengkapnya »

Seni Menyentuh Hati

“Sesungguhnya di dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging, apabila daging itu rusak, maka rusaklah seluruh organ tubuhnya, begitu sebaliknya. Segumpal daging itu adalah hati” (HR. Bukhari, Muslim). Hadist di atas menggambarkan bagaimana pentingnya menjaga hati, hati yang mudah terbolak-balik oleh sebuah keadaan. Sayid Qutb mengatakan, mengikat hati itu lebih penting untuk didahulukan sebelum memberi nasihat. Karena dengan hati yang terikat akan mudah untuk menerima nasihat, akan tetapi sebaliknya sehebat apapun dalam memberi nasehat kalau hati tidak menyatu maka akan sulit menerima. Sehingga ilmu yang diberikan akan sulit untuk dipahami.

Baca selengkapnya »

Terhentinya Laju Kaderisasi Dakwah (Bagian ke-1)

Mewujudkan agenda-agenda dakwah, pasti akan bersinggungan dengan problematika dunia yang tak sederhana. Tak lagi bisa mengandalkan spontanitas, tak hanya asal-asalan. Dibutuhkan langkah yang terarah, terukur dan profesional. Menghadapi keterbatasan diperlukan siasat, membutuhkan terobosan yang sesuai dengan tantangan dan bahkan ketika harus menyiasati kemustahilan.

Baca selengkapnya »

Karena Dakwah Ini Tentang Karakter

Teruntuk engkau para pejuang dakwah, engkau harus menyadari betapa pentingnya untuk mengetahui karakter seseorang sebelum menyampaikan dakwah kepadanya. Betapa pentingnya menjadi teladan sebelum ucapan agar mudah dipahami dan diimplementasikan. Betapa pentingnya menyentuh hati objek dakwah dengan memahami kelima pranata sosial yang sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang karakter seseorang. Dakwah harus menyentuh segala aspek agar kalimat tauhid tegak di muka bumi, menyebar di seluruh penjuru alam semesta. Dakwah juga harus menyentuh kelima pranata sosial pembentuk karakter seseorang, karena dakwah ini juga tentang karakter.

Baca selengkapnya »

Menjadi Kecoa di Jalan Dakwah

Hari ini kita kembali terbangunkan dari kemalasan kita, dari lemahnya azzam kita, dari kecilnya kontribusi kita. Kita harus mulai belajar lagi kepada kecoa. Berkontribusi sepenuh tenaga. Mengedepankan agenda-agenda dakwah dari yang selainnya. Memprioritaskan alokasi tenaga secara khusus untuk perjuangan di jalan dakwah ini. Bukan dari energi dan waktu waktu sisa. Mari menjadi kecoa di jalan dakwah ini. Yang mati dalam medan kontribusi. Derajat syahid Allah beri. Surga indah menanti.

Baca selengkapnya »

Seni Membaca Situasi

Dalam banyak konteks medan dakwah, keterampilan yang mutlak harus dimiliki setiap pemimpin ialah seni membaca situasi. Karena keterampilan ini setidaknya melibatkan 2 hal : Kecermatan dan kepekaan. Sehingga keterampilan pemimpin dalam membaca situasi sebuah komunitas/masyarakat, menjadi faktor penentu ke-efektifan sebuah pergerakan dakwah. Keterampilan ini juga mempengaruhi seberapa cepat dan tepatkah pemimpin dalam mengambil keputusan.

Baca selengkapnya »

Dakwah di Era Layar

Pada dasarnya, film-film yang beredar di layar kita adalah media untuk mentransfer ideologi. Tergantung siapa pembuat dan inisiator film tersebut, kalau yang bersangkutan menyenangi paham-paham sekulerisme, maka nilai-nilai sekuler-lah yang ingin disampaikan melalui film. Begitupun bila sang pembuat film menganut paham liberalisme, maka nilai-nilai liberal-lah yang ingin ditransfer melalui film yang dibuatnya.

Baca selengkapnya »

Belajar dari ‘Organisasi Kampung’

Hikmah dan pelajaran itu tak memandang bulu, begitu kata para orang-orang bijak di sana. Kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari mana saja, tak memandang agama, ras, usia, pekerjaan, miskin kaya, status sosial, jenis kelamin, suku dan budaya, juga tak memandang sudah berpengalaman atau pemula.

Baca selengkapnya »

Kontribusi Dakwah Dalam Mengubah Fenomena Sosial dengan Merevolusi Mental dan Karakter

Begitu besar perhatian dan kebutuhan masyarakat kepada jasmani maka besar pula perhatiannya kepada rohani. Oleh karenanya kontribusi dakwah dirasa perlu hadir untuk merevolusi mental dan karakter dengan menggalakkan kegiatan-kegiatan positif berupa perhatian kepada dunia pendidikan, kajian, penelitian baik secara studi analisa, kritis, perbandingan serta studi kekinian lainnya.

Baca selengkapnya »

Agar Rumah Dakwah Berdiri Kokoh

Ia tak mudah tumbang dan tak mudah roboh. Karena keberlangsungan kehidupan di dalam “rumah dakwah” bergantung pada seberapa kuat dan tangguhnya pagar menjaga sang “rumah” dari tangan-tagan jahil yang bermaksud iseng mengganggu, merusak tatanan rumah yang sudah rapi, ataupun memporakporandakan dan menghancurkan keberhasilan dakwah yang telah sukses dicapai.

Baca selengkapnya »
Organization