Home / Keluarga / Pendidikan Anak (halaman 8)

Pendidikan Anak

Membangun Karakter Anak dengan Segitiga Pendidikan (Parenting)

Parenting merupakan sebuah program yang cukup baik dalam mewadahi ketiga lingkungan tersebut. Parenting merupakan sebuah kerja sama yang dilakukan antara pihak sekolah (dalam hal ini guru), masyarakat serta orang tua dalam mendidik seorang anak. Ibarat sebuah segitiga yang semuanya saling terhubung dengan subjek yang di dalamnya tentulah anak didik yang terus berada dalam pengawasan ketiga lingkungan tersebut, maka dengan pengawasan seperti ini akan menjadikan sebuah karakter yang akan dimiliki oleh peserta didik.

Baca selengkapnya »

Asyiknya Belajar Alquran

Ayah-Bunda, sebagai muslim, tentu kita merasa bahagia melihat anak-anak kita senang belajar Alquran. Karena, salah satu kewajiban orangtua adalah mengajarkan Alquran kepada anak-anaknya. Demikian pula, salah satu kewajiban anak adalah belajar Alquran. Namun sayangnya, kewajiban ini kerapkali terlalaikan. Orang tua lebih sering menanyakan kepada anak-anaknya tentang nilai-nilai pelajaran di sekolah daripada menanyakan perkembangan bacaan Alqurannya.

Baca selengkapnya »

Sudahkah Orang Tua Terlibat Dalam Pendidikan?

Berlanjutnya pendidikan karakter anak bangsa tidak lepas dari peranan guru dan orangtua, hubungan ini harus saling melengkapi serta saling memperbaharui. Sehingga proses pendidikan berjalan dan berkesinambungan, adanya Parent Teacher Association (PTA) dan tools buku penghubung di sekolah merupakan salah satu metode yang perlu diupayakan agar berjalan maksimal. Dan kemudian, marilah kita berefleksi, sudahkah kita terlibat dalam pendidikan anak-anak kita?

Baca selengkapnya »

Menanamkan Aqidah Sejak Dini Pada Anak

Mari kita berdoa kepada Allah memohon perlindungan-Nya agar anak-anak kita dilindungi dari godaan dan tipu daya setan yang terkutuk. Karena, Allah-lah Tuhan semesta alam yang menguasai seluruh makhluk. Allah-lah sebaik-baik pelindung dan penjaga. Semoga anak-anak kita tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak saleh dan salehah, penyejuk mata bagi orangtuanya, dan senantiasa mendoakan orangtuanya. Aamin.

Baca selengkapnya »

Membuat Anak Jatuh Cinta dengan 6S

Ketika anak jatuh cinta pada kedua orang tuanya, indah bukan? Ya tentu hubungan yang terjadi akan lebih kuat. Tidak ada Bos dan bawahan, tidak ada orang tua galak, tidak ada anak penakut di rumah, tapi "liar" di luar rumah. Pada saat tanki cinta anak terpenuhi di rumah, dia tidak akan mencari cinta atau perhatian di luar rumah, kecuali ketika dia mencari pasangan hidupnya kelak.

Baca selengkapnya »

Setiap Anak Itu Istimewa

Seperti inikah potret pendidikan di negeri kita. Di satu sekolah tempat salah seorang relawan pendidikan Sekolah Guru Indonesia ditempatkan di wilayah Pandeglang ini, ditemukan banyak anak yang sama sekali tidak bisa membaca. Peristiwa ini ditemukan di kelas tinggi yang mana sekiranya mereka sudah mampu membaca dengan lancar layaknya anak-anak yang ada di kota. Hal ini menjadi amat luar biasa ketika ditemukannya sebuah sekolah dengan siswa kelas tinggi ada yang tidak bisa membaca. Untungnya mereka sudah bisa mengenal huruf tetapi ketika disuruh menulis mereka bisa menulis. Hal yang agak aneh, ketika kita telaah lebih dalam. Ada beberapa keahlian dalam penguasaan bahasa yaitu Mendengarkan, Berbicara, Membaca dan Menulis.

Baca selengkapnya »

Peranan Orang Tua dalam Pendidikan

Sesungguhnya sesibuk apapun orang tua tanggung jawab mereka terhadap anak tidak pernah bisa diwakilkan kepada siapapun. Selama hayat masih dikandung badan selama itu juga kewajiban mereka masih tetap ada. Apalagi kita tahu bahwa tidak ada yang namanya mantan guru sebagaimana tak ada mantan murid. Sementara orang tua punya dua profesi utama, sebagai orang tua dan guru bagi anaknya, tidak akan pernah ada yang namanya mantan orang tua dan juga mantan guru. Maka sampai kapanpun kewajiban mereka atas profesi yang diamanahkan tetap harus ditunaikan. Tidak hanya sekadar materi tetapi moril pun dibutuhkan anak.

Baca selengkapnya »

Belajar atau Jadi Orang tua dan Guru yang Gagal (Sebuah Refleksi dari Film)

Setiap anak memiliki kelebihannya masing-masing. Suka memukul orang, bisa jadi calon pemain karate yang handal. Suka mengotak-atik mainan, bisa jadi calon engineer handal. Suka mencoret-coreti dinding, bisa jadi calon arsitektur handal. Kita tidak harus kaku bahwa cerdas bergantung dari nilai pelajaran matematika, Bahasa Inggris, IPA, dan sebagainya. Mampu menggambar, memanjat, bermain sepak bola, karate, menyanyi, bermain peran dan masih banyak lagi, adalah kecerdasan yang bisa berbeda dari setiap anak yang Tuhan telah anugerahkan. Tidak harus sama. Tidak harus dinilai dengan tolak ukur yang sama dan dari sudut pandang yang sama.

Baca selengkapnya »
Organization