Home / Keluarga / Pendidikan Anak (halaman 6)

Pendidikan Anak

Meningkatkan Kemampuan Membaca Melalui Pembiasaan

Jika kita pergi ke daerah 3T (terpencil, terdalam, dan terluar), misal salah satu sekolah yang berada di pelosok Sumbawa Barat. Di sana masih banyak ditemui siswa yang bermasalah dalam kemampuan membaca. Siswa yang bermasalah dalam kemampuan membaca ini, bukan karena mereka tidak mau membaca, tapi tidak adanya motivasi dari luar, yang mampu mendorong mereka untuk rajin membaca. Bahkan masih ada sekolah yang menjadikan perpustakaan sebagai pelengkap administrasi untuk meningkatkan nilai akreditasi, sedangkan kebermanfaatnannya untuk penduduk di dalam sekolah sangat tidak optimal

Baca selengkapnya »

Anak dengan Intellectual Disability (ID) Bukan Hidup untuk Diabaikan

Pada anak ID, intervensi melalui pendidikan dapat menjadi jalan keluar untuk bisa membantu mereka mengenal dunia sekitar mereka, tentu saja social support dari keluarga dan orangterdekat menjadi faktor penentu suksesnya intervensi melalui pendidikan ini. Intervensi dalam pendidikan bisa melalui pelatihan bina diri, sekolah inklusi, dan sekolah luar biasa. Di sana biasanya anak-anak diajarkan untuk memahami benda-benda, mengenal huruf, dan diajarkan cara makan, minum, berpakaian, dan lain sebagainya.

Baca selengkapnya »

Ayo, Kenali Ciri-Ciri Awal Autis Pada Anak

Autisme adalah gangguan perkembangan yang komplek, mempengaruhi perilaku, dengan akibat kekurangan kemampuan komunikasi, hubungan sosial dan emosional dengan orang lain, sehingga sulit untuk mempunyai ketrampilan dan pengetahuan yang diperlukan sebagai anggota masyarakat. Autisme berlanjut sampai dewasa bila tak dilakukan upaya penyembuhan dan gejala-gejalanya sudah terlihat sebelum usia tiga tahun.

Baca selengkapnya »

Orang Tua yang “Bisu”

Mulailah bebenah, tidak perlu saling menyalahkan. Mulai saat ini bermusyawarah dengan pasangan untuk menyamakan konsep pendidikan anak-anak, dengan anak-anak kita tentang segala hal karena kebanyakan orang tualah yang sebenarnya menjadi akar persoalan. Ketika anak sudah masuk pada fase tiga tahun kedua anak berhak mengetahui segala yang menyangkut masa depannya.

Baca selengkapnya »

Save Generasi Muda (SGM)

Hai guys, para remaja muslim khususnya ! Hendaknya kita sedikit sadar bahwa trend ala barat itu, tidak ada dalam ajaran islam. Pergunakan masa mudamu dengan maksimal, karena ia adalah masa kekuatan. Seperti halnya kekuatan dalam menuntut ilmu dan menebarkan ilmu serta manfaat, masa muda juga merupakan masa kekuatan dalam hal libido seksual. Hal inilah yang kadang sering menjerumuskan remaja dalam perbuatan maksiat yang hingar-bingar terjadi saat ini.

Baca selengkapnya »

Anak Belum Bisa Membaca, Jangan Berikan Label Bodoh

Para ahli sudah banyak mengembangkan metode mengajar yang sesuai untuk anak disleksia seperti belajar menulis melalui pasir, metode glandoman yaitu dengan membuat kata yang diperbesar agar mudah dimengerti, atau bisa memakai metode multi sensori. Di sini anak akan diajarkan mengeja tidak hanya berdasarkan apa yang didengarnya lalu diucapkan kembali, tapi juga memanfaatkan kemampuan memori visual (penglihatan) serta taktil (sentuhan).

Baca selengkapnya »

Belajar Bahasa Inggris dengan Padukan Kemampuan Kognitif-Psikomotor

Dalam praktek fun-learning nya, guru tinggal sebut satu per satu warna dan anak-anak akan beradu tepat dan cepat dalam menjawab. Ketika guru menyebut hijau….. Anak-anak akan mencari origami warna hijau yang sudah disusun dengan kreativitas mereka mengangkatnya tinggi tinggi sambil menyebut green. Bisa juga dilakukan sebaliknya, guru menyebut green dan anak-anak yang sudah menemukan warna origami yang dimaksud maka akan mengangkatnya dan berucap “hijau”. Ini belajar dengan cara sederhana, anak-anak bisa saja merasakannya sebagai permainan.

Baca selengkapnya »

Mendidik Anak Berkarakter Islami

Karakter seorang anak terbentuk dari kebiasaannya sehari-hari. Karena kontinuitas inilah yang membentuk karakter secara permanen dan tahan lama. Teori-teori pendidikan pun bermunculan. Teori yang mengatakan bahwa perkembangan anak ditentukan oleh faktor lingkungan yang dipelopori oleh Jhon Locke yang dikenal sebagai teori Empirisme, Teori yang mengatakan bahwa perkembangan anak ditentukan oleh faktor hereditas atau pembawaan yang dipelopori oleh Arthur Schopen Hauer yang dikenal sebagi teori Nativisme, dan banyak lagi teori-teori yang mengemukakan perkembangan seorang anak serta faktor-faktornya.

Baca selengkapnya »
Organization