Topic
Home / Berita / Opini (halaman 30)

Opini

Menelaah Bencana Asap Riau dari Perspektif Qauliyah

Kabut asap bagi mereka yang menggunakan perspektif qauniyah akan menganggap bahwa bencana ini akibat ulah manusia semata. Berbeda halnya jika memahami peristiwa dengan memakai kacamata qauliyah. Perspektif qauliyah akan melihat kejadian secara lebih komprehensif, bahwa ada permainan tangan Allah. Bisa jadi Allah memberikan ujian tersebut agar manusia ingat akan Dia, dan juga agar menjadi peringatan bagi manusia untuk menjaga alam karena manusia diutus sebagai khalifah di bumi .

Baca selengkapnya »

Bungkamnya Media Atas Tuntutan Mahasiswa Sama dengan Menipu Rakyat

Tidak ada keseimbangan dari media dalam menjalankan perannya. Apakah masa sebesar itu kalian anggap berita biasa saja? Apakah berita aksi mahasiswa tuntut Jokowi-JK turun minim pembaca? Saya yakin reader berita terkait aksi mahasiswa akan lebih banyak jika dipasang headline news. Bahkan bisa menghasilkan banyak uang juga buat media. Apa karena bayaran dan kepentingan media lebih besar?

Baca selengkapnya »

Tolak PP Pengupahan, Buruh Lanjutkan Aksi Sampai Mati

Komite Aksi Upah (KAU) Presiden KSPI menyatakan akan melanjutkan Aksi Damai buruh 30 Oktober 2015 lalu dengan Aksi Mogok Nasional Dari Pertengahan November sampai Jokowi mencabut PP 78/2015. Buruh tidak takut dan akan terus melanjutkan aksinya walaupun menghadapi kebrutalan dan kekerasan polisi, sampai presiden Jokowi mencabut PP nomor 78/2015 dan duduk bersama tripartit merumuskan kembali kebijakan upah.

Baca selengkapnya »

Kunci Kemenangan di Tangan Erdogan

Apa yang dilakukan pemerintahan Erdogan? Luar biasa. Beliau menyatukan pihak musuh dalam satu paket kubu, dan hal ini sangat mempermudah masyarakat untuk mengidentifikasi siapa lawan siapa kawan. Dalam artikel itu pihak intel Turki menyatakan bahwa rezim Assad (Syiah), PKK (komunis) dan ISIS (khawarij) bersatu-padu hendak merongrong kedaulatan Turki [1].

Baca selengkapnya »

Ini Bukan Presidenku yang Dulu

Kemana presidenku yang dulu. Presiden yang kubanggakan, dengan wawasan yang tinggi, ide yang cemerlang, pergerakan yang masif. Kemana sekarang?! Apakah kau masih di sana wahai presidenku. Ini bukan kau !! Aku yakin ini bukan kau. Bukan... Bukan... Bukan ..., kau tidak seperti itu. Ini rengkarnasimu saja dari petugas partai yang dicapkan oleh ratu merah yang bertanduk. Kau bukan kernet partai yang ditarik ulur kemudian terhempas tak berkiblat. Kembalilah ke kiblatmu wahai presidenku yang sesungguhnya. Kami rindu idemu yang cemerlang, gerakanmu yang gesit, tanganmu yang berbuat. Bukan yang sekarang ini, janji yang tak berbobot. Ini bukan kau!! Wahai presidenku, kau itu terarah dan berpendidikan.

Baca selengkapnya »

Dilema Mantan Napi Jadi Pemimpin

Untuk mewujudkan pilkada yang bersih, bermartabat, dan lancar, serta mendapatkan kepala daerah yang terbaik, maka dibutuhkan pertimbangan yang matang untuk menyusun Undang-Undang Pilkada. Jangan hanya karena alasan melanggar HAM lalu Undang-Undang Pilkada dibuat selonggar-longgarnya, karena HAM seseorang pun dapat dibatasi dengan dua hal, yaitu aturan publik dan HAM orang lain. Maka dari itu, jernihlah dalam merenung, logislah dalam berpikir, dan tegaslah dalam menegakkan aturan, maka insya Allah akan terpilih pemimpin yang berkualitas.

Baca selengkapnya »
Figure
Organization