Topic
Home / Berita / Opini (halaman 125)

Opini

Engkaulah Pahlawan Pahlawan Merapi

Seorang pedagang kecil ambil tabungan haji, sediakan kebutuhan pengungsi. Kupeluk berkaca-kaca, "Kau mabrur sebelum berhaji!" Sebuah rumah sederhana berkamar 3 tampung 100 pengungsi #Merapi. Kusalami haru, "Istana surgamu pasti megah sekali!" Sebuah rencana walimah, anggaran & berasnya dialihkan ke barak #Merapi. Kusembahkan jemari di dada, "Kalian pengantin surga!"

Baca selengkapnya »

Rindu Muhammad Ku

Saya seorang muslim, hampir sama dengan kebanyakan umat muslim di seluruh dunia dimana saya berislam karena terlahir di keluarga muslim, sebelum berhijrah, sejak kecil saya menjalani hidup sebagai seorang muslim dengan pengetahuan turun temurun tentang Islam, belajar berwudhu, shalat dan mengaji untuk menegaskan identitas saya sebagai seorang muslim, saya menjalani semua itu sebagai suatu kewajiban yang terkadang menjadi beban.

Baca selengkapnya »

Harapan yang Tak Kunjung Datang

Negeri yang dulunya menjadi saksi bisu seorang hamba Allah yang sangat agung dan mulia di muka bumi ini, dan menjadi sejarah umat Islam sepanjang masa, sekarang seakan tak pernah ada. Harapan akan sebuah kejayaan dan kemenangan kini hanya angan yang tak pernah terwujud kami dapatkan, kebahagiaan kami telah dirampas oleh orang-orang yang tidak punya hati dan perasaan yang membuat kami kehilangan segala-galanya, harapan yang dulu kami bangun, cinta yang dulu kami bangun, kasih sayang yang kami bina bersama, telah membuat kami kehilangan semuanya.

Baca selengkapnya »

Bangsa Peminta-Minta

Belakangan ini ada satu pertanyaan yang selalu berputar di kepala saya. Mengapa Rasulullah tidak pernah menolak para pengemis?? Mengapa tidak boleh menghardik pengemis kalau kita tidak mau memberikan sedekah padanya?? Mengapa Fatimah, putri kesayangan Rasulullah, sampai rela memberikan tikar yang digunakan anaknya tidur pada pengemis ketika tidak ada lagi harta yang bisa disedekahkannya pada pengemis??

Baca selengkapnya »

Masjid Putih

Saat ini, masjid yang memanjakan jamaah dengan kenyamanan, yang memanjakan dengan hiasan yang memabukkan mata, menjadi incaran umat. Untuk merasai kenyamanan ibadah bahkan untuk berkreasi (?). Padahal memakmurkan rumah Allah tidak semata menjadikannya sedap dalam pandangan mata. Meski memang kenyamanan dibutuhkan dalam beribadah, tapi bukankah masjid menjadi tempat kita meninggalkan kemegahan duniawi. Lantas, lihatlah masjid-masjid yang banyak di bangun pada zaman ini, adakah fungsi itu bekerja? Fungsi menambatkan hati umat kepada keutamaan akhirat dengan meninggalkan kefanaan megahnya dunia. Ke manakah fungsi itu?

Baca selengkapnya »

Ibu, Sang Arsitek Peradaban

Suatu malam yang tenang dan hening. Semua orang telah beranjak ke rumah masing-masing untuk beristirahat. Menarik selimut hingga terlindungi dari hawa dingin yang melingkupi cakrawala Madinah. Namun, seorang laki-laki yang disadarkan oleh rasa tanggung jawab sebagai pemimpin menyingkap selimutnya. Dia keluar menyusuri lorong-lorong Madinah yang mencekam. Merayapi jalan-jalan yang sepi dari tapak kaki manusia.

Baca selengkapnya »

Antara Diam dan Berkata-kata

Bila memisahkan keduanya sebagai sebuah objek sikap yang patut dipertimbangkan, maka dalam proporsinya, kedua sikap tersebut memiliki manfaat sekaligus kekurangannya. Memilah sikap dari kedua pilihan tersebut, dalam keseharian akan selalu kita butuhkan. Dan perkara yang diperlukan adalah tentang menjadikan dua sikap tersebut tidak jatuh dalam kesiaan atau berlebih-lebihan.

Baca selengkapnya »

Generasi Wali Allah Generasi Pengganti

Melihat keadaan umat Islam saat ini, di mana kemaksiatan bertebaran dalam segala aspek dan dimensi kehidupan, mungkin ada dari kita yang ragu akan datangnya masa-masa saat nilai-nilai dan syariat Islam akan di tegakkan kembali di muka bumi. Padahal, hal ini merupakan keniscayaan.

Baca selengkapnya »

Semoga Allah Menjadikan Kita Hamba yang Istiqamah

Alhamdulillah di hari yang telah menjauh dari Ramadhan ini, kita masih diberikan kekuatan oleh Allah untuk mengamalkan amal ibadah sunnah. kita masih mampu untuk sahur dan shaum Syawal, kemudian subuh berjamaah di masjid, membaca al ma’tsurat, serta shalat dhuha. Ini adalah karunia agung yang mesti kita syukuri. Mengapa? karena menjadi hal terberat untuk menjalankan amalan sunnah yang telah disebutkan tadi, di bulan Syawal yang hanya beberapa hari jaraknya dari bulan Ramadhan. Inilah tipu daya setan yang begitu lembut, membisikkan ke telinga kita agar bersantai sejenak setelah di sepanjang Ramadhan kemarin kita giat beribadah.

Baca selengkapnya »
Figure
Organization