Topic
Home / Berita / Opini (halaman 124)

Opini

Jilbab, Antara Tren Dan Kewajiban

Teringat pembicaraan bersama keluarga Om saya beberapa waktu yang lalu, saat menyaksikan gaya berpakaian wanita-wanita zaman ini di sepanjang perjalanan kami dari Cikarang ke Tangerang, kami tergelitik dengan salah satu bagian pakaian yang bernama jilbab. Jilbab yang sebenarnya merupakan salah satu bagian pakaian wajib bagi perempuan, seperti dalam firman Allah SWT.

Baca selengkapnya »

Sebagai Buih, Seberapa Banyak Kita Dapat Berkontribusi Mundur?

Kasus penganiayaan yang melompat ke permukaan akhir-akhir ini, secara jangka pendek, bukan hanya harus mendorong orang untuk menyalahkan kebijakan pengizinan pengiriman TKI ke negeri Saudi. Walau kebijakan tersebut sangat perlu dikoreksi, misalnya, pada segi format persiapan pemberangkatan, atau dengan jalan penghentian sementara atau permanen untuk transaksi tenaga kerja ke negeri tersebut, rekonstruksi jangka panjang bakal mengharuskan bangsa Indonesia untuk evaluasi diri secara total. Mengapa peristiwa yang sifatnya orang per orang itu dapat terjadi.

Baca selengkapnya »

Musim Semi Telah Tiba

Summer time is just on the corner! Insya Allah sebentar lagi kehangatan sinar mentari musim panas akan kembali kita nikmati. Seolah-olah kembali berada di pelukan mentari bumi pertiwi, rasanya sudah tidak sabar menanti summer tiba. Walaupun sedang dalam musim semi, dari jendela saya masih bisa menyaksikan batang-batang pohon-pohon yang masih polos tanpa daun, bunga atau buahnya. Spring kali ini, belum juga saya menyaksikan atau mendapati putik-putik yang sedang merekah, atau pucuk-pucuk daun yang mulai menghijau, siap kembali merimbuni cabang dan ranting pohon.

Baca selengkapnya »

Memenangkan Dakwah Melalui Partai, Mungkinkah?

Seorang muslim harus memiliki keyakinan bahwa masa depan umat manusia adalah milik Islam. Keyakinan ini merupakan salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang muslim sebagai salah satu konsekuensi Identitas muslim yang dimilikinya. Identitas tersebut menuntut banyak konsekuensi yang harus kita terima dan kita jalankan. Belum bisa diakui keislaman seseorang manakala karakteristik sebagai konsekuensi-konsekuensi tersebut belum dimiliki.

Baca selengkapnya »

Kejenuhan Pengungsi Merapi: Sumbangan Majalah Salah Satu Alternatifnya

Hidup di pengungsian sungguh tidak mengenakan, berbaur dengan ratusan orang bahkan ribuan dengan berbagai karakter dan watak. Sarana prasarana yang terbatas ,makan harus antri, ke belakang antri ,tidur beralaskan seadanya mungkin tikar saja tidak kebagian. Kegiatan pasti tidak ada sehingga pemikiran bisa ke mana-mana mungkin ke lokasi tempat tinggal yang ditinggalkan, sehingga secara tidak langsung mendorong pengungsi untuk pulang ke daerah asal yang masih berbahaya.

Baca selengkapnya »

Ekspresikanlah Rasa Cintamu

Pada hakikatnya, setiap muslim memiliki potensi untuk menumbuhkan dan mendapatkan rasa cinta dari saudaranya seiman. Syaratnya, jadilah sosok pribadi muslim yang shalih, taat menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena hati orang-orang shalih itu sudah digariskan akan selalu terpaut satu sama lain, dan itu semua akan terjadi dengan sendirinya.

Baca selengkapnya »

Menghidupkan Kembali Keberanian Kita

Beberapa hari yang lalu, saya menyaksikan sebuah film yang luar biasa. Bukan karena adegan laganya atau serunya saling tembak menembak, tapi film ini cukup banyak menghentakkan pemikiran saya bahkan mungkin kebanyakan orang yang menyaksikannya. Film ini berkisah tentang 3 mahasiswa di India yang di sebut ‘idiot’. Dari judulnya yaitu 3 Idiots, kita sudah terkecoh.

Baca selengkapnya »

Melindungi, Mencintai…

Sekarang? Masih banyak penghinaan wanita dalam bentuknya yang berbeda. Dalam balutan “modernitas” wanita direndahkan dengan cara yang lain. Dieksploitasi, difungsikan sebagai “marketing tools” dan pemuas nafsu kapitalisme. Kecantikan, keindahan kulit, dan keelokan tubuh menjadi standar “nilai jual” mereka.

Baca selengkapnya »

Iman yang Sempurna

am kehidupan di masyarakat masih banyak ditemukan mereka yang memisahkan antara iman dan amal. Ulama mendefinisikan iman sebagai sesuatu yang digerakkan hati, diucapkan mulut, dan dilaksanakan anggota tubuh. Jadi dalam iman yang sempurna ada 3 unsur yang harus dipenuhi yaitu hati, ucapan dan perbuatan.

Baca selengkapnya »
Figure
Organization