Topic
Home / Berita / Opini (halaman 10)

Opini

Netanyahu dan Larangan Melintasi Indonesia

Diantara bentuk penolakan pemerintah Indonesia terhadap penjajah Israel itu diantaranya adalah, pertama, Indonesia tidak mengundang Israel dalam Konferensi Asia Afrika yang digagas presiden Sukarno pada tahun 1955 di Bandung. Kedua, Indonesia menolak memberikan visa kepada atlet kontingen Israel dalam Asia Games IV tahun 1962. Dampaknya Indonesia diskors dari Komite Olimpiade Internasional (IOC). Ketiga, pada tahun 1962 dalam orasinya di HUT RI Ke-21, presiden Sukarno menegaskan, “Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel.”

Baca selengkapnya »

Mencari Gubernur Teladan

Gubernur dan jabatan publik lainnya memang memiliki implikasi yang luas bagi masyarakat sehingga Rasulullah SAW mengatakan, “Ada tiga kelompok orang yang doanya tidak ditolak: Pemimpin yang adil, seorang yang berpuasa sampai ia berbuka dan doa seorang yang dizhalimi”. Karena itulah, Rasulullah SAW tidak asal saja memberikan amanah kepada para sahabatnya, terutama terkait jabatan publik.

Baca selengkapnya »

Kontroversi Pemindahan Kedubes AS Ke Al-Quds

Kebijakan ini jelas telah melanggar hasil Konvensi Jenewa 1949 yang juga ditandatangani oleh Israel sendiri. Diantara bentuk pelanggarannya adalah tidak melindungi orang-orang yang bukan prajurit. Disamping itu juga telah melakukan perusakan terhadap berbagai fasilitas sipil, seperti rumah sakit, tempat ibadah, rumah penduduk sipil dan lain sebagainya.

Baca selengkapnya »

Salah Paham Dalam Memaknai Toleransi

Orang yang toleran atau bertoleransi ialah orang yang memberikan kebebasan kepada siapapun baik dalam beragama, berpendapat dan lain-lain. Tetapi tidak dengan memaksanya untuk ikut serta sesuai apa yang diinginkan. Tetapi jika melakukan yang sebaliknya maka perbuatan tersebut telah mencederai sikap toleransi itu sendiri, dan bahkan sikap seperti itulah yang dikatakan intoleran atau tidak toleransi.

Baca selengkapnya »

Reklamasi dan Kemaslahatan

Abu Ubaid menjelaskan dalam bukunya kitaabul amwaal tentang menghidupkan tanah yang mati (ihyaul mawaat/ihyaul al aradhin) yaitu menghidupkan kembali tanah yang mati, tandus, tidak terurus, tidak ada pemiliknya dan di manfaatkan dengan membersihkannya, mengairi, mendirikan bangunan dan menanam kembali benih-benih kehidupan pada tanah tersebut. Dalam hal ini negara berhak menguasai tanah tersebut dengan menjadikannya milik umum dan manfaatnya diserahkan dan kemaslahatan umat.

Baca selengkapnya »
Figure
Organization