Home / Zulkifli, S.Pd.I

Zulkifli, S.Pd.I

Alumnus STAIN Malikussaleh Lhokseumawe. Siswa Sekolah Demokrasi Aceh Utara.

Politik di Dalam Islam

Dalam perpolitikan Islam itu memiliki prinsip-prinsip, yaitu musyawarah, yaitu memecahkan masalah dengan cara bermusyawarah atau bersama-sama. Keadilan, yaitu berlaku adil kepada sesama dan menempatkan sesuatu pada tempatnya. Kebebasan, yaitu bebas berpendapat dan bersikap sesuai dengan ketentuan syariat. Persamaan, yaitu memandang kepada sesama itu setingkat dan sederajat, dan yang dapat membedakannya adalah ketakwaan kepada Allah. Hak menghisab (rukyah).

Baca selengkapnya »

Jahiliyah Modern

Dalam perjalanan hijrah manusia dari masa jahiliyah kemasa sekarang, memiliki dua kelompok golongan manusia, satu di antara menjadi manusia yang berhijrah benar-benar karena Allah SWT, dan yang satunya cuma memodifikasi model jahiliyah purba menjadi jahiliyah modern yang berlandaskan syirik dan kufur. Selain kesyirikan, kebiasaan jelek yang mereka lakukan adalah perjudian dan mengundi nasib. Mereka juga mempercayai berita-berita ahli nujum, peramal dan dukun. Dalam hal menyalurkan hawa nafsupun disediakan tempat-tempat mesum, caffe yang remang-remang, hotel dan bahkan wisma-wisma yang kapitalis menjadi tempat pelampiasan nafsu seks manusia jahiliyah modern.

Baca selengkapnya »

Mengapa Kita Merokok?

Efek rokok terhadap kesehatan sendiri sangat membahayakan, akibat kandungan berbagai bahan kimia berbahaya yang ada di dalam rokok, maka dengan merokok sama saja kita memasukkan bahan-bahan berbahaya tersebut ke dalam tubuh kita. Penyakit-penyakit yang diketahui dapat disebabkan oleh rokok antara lain : kanker tenggorokan, kanker paru-paru, kanker lambung, penyakit jantung koroner, pneumonia, gangguan sistem reproduksi.

Baca selengkapnya »

Mayoritas, tapi Minoritas

Namun yang terjadi sekarang adalah kekeramatan sesuatu yang dikeramatkan, dan meninggalkan hakikat keramat, dan ini menjadi pertanyaan besar, saat mayoritas menjadi minoritas. Dan pertanyaan yang sangat ideal, salahkah bilah mayoritas umat Islam di Indonesia berhukum dengan hukum Islam? Apakah ada yang dirugikan bila Islam kembali jaya di Asia? Islam bukan menghancurkan negara Indonesia, namun dengan Islamlah Indonesia pertama jaya dan mampu melepaskan diri dari penjajahan Kolonial Belanda.

Baca selengkapnya »

Qurban dan Keikhlasan

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kalianlah yang dapat mencapai-Nya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kalian supaya kalian mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kalian. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik”, (Q.S Al Hajj: 37). Dalam menyampaikan nilai qurban kepada Allah adalah nilai ikhlas dan takwa seseorang, bukan apa yang telah ia qurbankan, sehingga seorang yang berqurban seekor kambing akan sama nilainya dengan orang yang berqurban unta, bila sama-sama memiliki keikhlasan yang sama.

Baca selengkapnya »

Mengisi Kemerdekaan dengan Merevitalisasi Agama dalam Kehidupan

Proses pendalaman pemahaman agama dan pengkajian tentang Islam merupakan langkah pasti dalam membentuk karakter yang benar-benar berkarakter, sebagaimana harapan Islam itu sendiri. Setiap pemuda itu memiliki karakternya sendiri, namun kadang karakter yang mereka miliki tidak sesuai dengan tuntunan agama bahkan terjadi penyelewangan yang sangat signifikan. Mendalami Islam langkah pasti dalam mengisi kemerdekaan Indonesia, karena tidak akan bermakna kemerdekaan itu bila suatu negara dihuni oleh manusia-manusia bejat dan berjiwa kerdil, walau umur kemerdekaan itu sendiri sudah 69 tahun.

Baca selengkapnya »

Pengaruh Birokrasi Terhadap Persoalan Pendidikan

Dalam meningkatkan birokrasi yang baik dalam segala bidang, terlebih dalam bidang pendidikan, maka pemerintah harus mengutamakan kualitas pendidik, bukan kuantitas yang diprioritaskan. Ini terlihat dari jumlah pendidik di suatu sekolah yang tidak sesuai, artinya mereka punya pendidik yang banyak namun masih kekurangan dalam berbagai jurusan, karena pendidik yang ditempatkan bertumpuk pada suatu mata pelajaran saja, sedangkan ada juga mata pelajaran yang tidak memiliki guru khusus. Realita yang terjadi ini nampak ketidakprofesionalan pemerintah dalam menempatkan tenaga pendidik, padahal masih banyak di daerah pedalaman lainnya yang membutuhkan guru jurusan tersebut.

Baca selengkapnya »