Topic
Home / Zaqy Dafa (halaman 2)

Zaqy Dafa

Avatar
Penulis lahir di Pati tahun 1991. Belajar di MI, MTs, dan MA Darul Falah Sirahan Cluwak Pati hingga tahun 2009. Aktif dalam menulis di berbagai media Islam lokal pondok pesantren dan meneliti berbagai pemikiran Islam.

Konsep Ilmu Dalam Islam

Para ulama kita patut menjadi teladan dalam memadukan antara ilmu dan amal. Imam Syafi’i hafal Al Quran saat berumur 7 tahun dan kitab Muwaththa’ Imam Malik pada usia 10 tahun. Namun, beliau juga seorang ahli ibadah dan berakhlak mulia. Beliau mengkhatamkan Al Quran sebanyak 60 kali dalam shalat di bulan Ramadlan. Ibnu Hajar al-Asqalani, al-Suyuthi, al-Sakhawi, dan ulama besar lainnya menyisihkan lebih dari 15 jam perhari untuk membaca dan menulis. Imam Bukhori menulis kitab Shahih-nya selama 16 tahun dan selalu shalat dua raka’at setiap kali menulis satu hadits.

Baca selengkapnya »

Kritik Terhadap Studi Al-Quran Hadits Fazlur Rahman

Metodologi baru yang ditawarkan Fazlur Rahman untuk menafsirkan Al-Quran berangkat dari upaya untuk mendekonstruksi (merombak) hukum Islam dan merekonstruksinya kembali sejajar dengan kehidupan modern. Meskipun dia mengaku kritis terhadap Barat, namun mindset berfikirnya masih terjebak dalam ‘saran-saran’ Barat untuk merubah hukum formal Al-Quran. Jika teori tafsir “double movement” Fazlur Rahman ini diterapkan, maka dampaknya akan semakin menjamurnya kalangan yang berani merombak hukum Al-Quran dan Hadits seenaknya mengikuti hawa nafsu dengan alasan reaktualisasi (penyesuaian) makna-makna universal Al-Quran untuk mendukung nilai-nilai modern. Langkah penyesuaian hukum Islam dengan tuntutan zaman memang selalu diperlukan, namun bukan berarti upaya tersebut ujung-ujungnya merusak hukum formal qath’i yang sudah ada dan harus diamalkan secara ta’abbudi (dogmatis).

Baca selengkapnya »

Permainan Intelijen di Balik ISIS

Maka hakekat jihad ISIS adalah kedustaan pers di stasiun TV lokal dan internasional, dan media-media sosial, untuk memobilisasi para pemuda yang frustasi lagi bodoh, dan memanfaatkan mereka seperti kayu bakar peperangan Amerika dan Zionis dalam rangka melaksanakan rencana-rencana dan konspirasi mereka (dengan menggunakan tangan orang lain tentunya) di negara-negara Arab. Mereka dipersembahkan sebagai korban kemanusiaan dalam perang mereka.

Baca selengkapnya »

Qira’at (Perbedaan Bacaan) Dalam Al-Quran

Yang perlu diperhatikan adalah bahwa semua Qira’at dalam Al-Quran merupakan wahyu dari Allah Ta’ala sehingga ia pun merupakan bagian dari Al-Quran. Hal ini menjadi penting sebagai pijakan awal untuk menyanggah anggapan dari musuh-musuh Islam bahwa adanya perbedaan Qira’ah mengindikasikan bahwa Qira’at Al-Quran yang ada sekarang ini tidak memuat semua bacaan Al-Quran.

Baca selengkapnya »

Sejarah Al-Quran: Dari Tradisi Lisan Hingga Kodifikasi

Lalu pada masa selanjutnya, khalifah Utsman bin Affan melakukan kodifikasi Al-Quran dalam satu mushaf atas rekomendasi Hudzaifah bin Yaman untuk mempersatukan bacaan kaum Muslimin. Hal ini disebabkan adanya perbedaan bacaan diantara kaum muslimin dan mulai munculnya fanatisme buta terhadap satu bacaan yang berakibat saling berkompetisi satu sama lain dan munculnya bacaan-bacaan Al-Quran yang tidak shahih sehingga dikhawatirkan munculnya perpecahan umat Islam tentang Al-Quran sebagaimana terjadi pada kaum Yahudi dan Nashrani.

Baca selengkapnya »

Jihad dan Pesantren

Jihad memiliki banyak macam yang semuanya menuju satu tujuan yaitu I’lai kalimatiLlah, dan setiap muslim wajib memiliki semangat jihad dan melaksanakannya sesuai kemampuan dan kemaslahatan kaum muslimin, karena jihad adalah kewajiban agama yang paten dan abadi sampai Hari Kiamat. Dan, sejarah telah menunjukkan bahwa pesantren telah memiliki jiwa jihad tersebut dan melaksanakan bermacam-macam jihad yang telah disebutkan dimuka, baik secara fisik ataupun intelektual. Semangat para pendahulu inilah yang harus selalu dipompa dan diperbaharui oleh kaum santri untuk mencapai kejayaan Islam yang adil dan mengayomi seluruh kaum muslimin. Wallahu A’lam.

Baca selengkapnya »

Tax Amnesty di Ambang Era Keterbukaan Informasi

Kembali pada tujuan mendasar dari Tax Amnesty, respons Wajib Pajak hendaknya dipahami pula sebagai sejenis respons atas segera berakhirnya era ketertutupan. Respons Wajib Pajak terhadap Tax Amnesty pasti tidak dapat dilepaskan dari fenomena segera berakhirnya era ketertutupan. Respons Wajib Pajak terhadap Tax Amnesty adalah respons yang terkait dengan segera dimulainya era keterbukaan informasi.

Baca selengkapnya »
Figure
Organization