Home / Mhd Rois Almaududy (halaman 2)

Mhd Rois Almaududy

Avatar
Mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan USU. Ketua Al-Fatih Club. Murid. Penulis. Beberapa karyanya yang sudah diterbitkan; Istimewa di Usia Muda, Beginilah sang Pemenang Meraih Sukses, Cahaya Untuk Persahabatan, dan lain-lain

Bagaimana Bentuk Ketaatan Kita Kepada Pemimpin?

Kita taat bila pemimpin kita memerintahkan atau menetapkan aturan yang tidak menyebabkan kita menjauh dari Allah dan tidak membuat kita bermaksiat kepada Allah. Bila ketetapan atau perintah pemimpin kita melanggar hal ini, tentu saja kita tidak wajib menaatinya. Sikap sebagai seorang Muslim tidak sebatas sampai di situ. Kita tidak diajarkan untuk membenci saja. Tapi yang pertama sekali harus dilakukan adalah mengingatkan.

Baca selengkapnya »

Apakah Kita Sudah Benar-Benar Beriman kepada Allah SWT?

Orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah akan menunjukkan sikap yang baik. Bila kepada mereka diberikan oleh Allah kemudahan, kesenangan, dan keindahan, maka mereka bersyukur kepada Allah. Bila mereka ditimpa kesulitan, kesusahan, dan kesempitan, mereka bersabar sambil memuhasabahi dirinya sendiri; apa yang telah saya perbuat sehingga kesulitan, kesusahan, dan kesempitan itu menimpa saya?

Baca selengkapnya »

Agar Puasa Tak Sekadar Lapar dan Haus

Rasulullah saw pernah bersabda, “Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya itu selain lapar dan haus.” Artinya, puasanya tidak bernilai apa-apa. Tidak ada pahala, hikmah, dan manfaat yang didapatkannya selain lapar dan haus yang dirasakannya saja. Kenapa hal itu bisa terjadi? Orang yang berpuasa bisa saja sangat berhati-hati dari hal-hal yang bisa membatalkan puasa, tapi tidak berhati-hati dari hal yang bisa membatalkan pahala puasanya. Ia tidak makan dan tidak minum, tapi aktivitas-aktivitasnya masih tidak terkontrol. Lisannya tidak terjaga, meskipun sedang berpuasa tetap saja ghibah (menggunjing), fitnah (menuduh), dan kadzib (berdusta).

Baca selengkapnya »

Yang Jarang Disadari Tentang Persahabatan

Islam membekali kita dengan prinsip-prinsip yang harus selalu kita pegang; dengan siapa saja kita bisa bersahabat, apa saja yang boleh dan tidak boleh kita lakukan, dan apa hal yang ingin kita capai dalam dunia persahabatan kita. Terlalu panjang tulisan ini kalau kita membahas semua itu di sini. Bi‘aunillah, saya sudah menuliskan satu buku tentang persahabatan dalam Islam, judulnya Cahaya Untuk Persahabatan, mudah-mudahan buku sederhana ini bisa menjadi rujukan.

Baca selengkapnya »

Pesan Allah SWT untuk Kita yang Senantiasa Berdosa

Kasih sayang Allah selalu mendahului amarah-Nya, maka Allah seru kita dengan lembut, “Jangan berputus asa dari rahmat Allah.” Setan bisa memperdaya kita sehinga merasa bahwa tak mungkin lagi mendapatkan ampunan Allah karena sudah begitu banyak dosa yang dilakukan. Setan bisa membuat kita tergelincir selamanya. Setan bisa membuat kita berpikir bahwa kita adalah makhluk Allah yang paling hina, disebabkan oleh lumpur dosa yang menempel di mana-mana. Padahal, sejatinya lumpur dosa itu bisa dicuci-bersih.

Baca selengkapnya »

Nasihat Khalifah Ali bin Abi Thalib untuk Persahabatan

Persahabatan bukan wadah untuk mendapatkan keuntungan semata. Tapi, simbiosis mutualisme. Kita harus menyumbangkan manfaat dari masing-masing pihak, lalu berbagi. Bukan untung sepihak, rugi di pihak lain. Itu akan terlihat manakala ada pihak yang sedang ditimpa kesulitan, bila ternyata selama ini orang yang bersahabat dengannya masa bodoh, acuh tak acuh, tidak peduli, itu bukanlah sahabat sejatinya.

Baca selengkapnya »

Wahai Pemuda, Yuk Berkontribusi…

Ketahuilah kesuksesan sejati adalah ketika engkau tercatat sebagai orang yang berkontribusi besar untuk umat. Engkau dikatakan sukses apabila ketika engkau mati, orang-orang yang mendatangimu menjadi saksi bahwa engkau adalah pelaku kebaikan yang bermanfaat hidupnya. Bukan ukuran sukses bagi seorang muslim bila hanya memiliki harta yang banyak dan popularitas yang melambung. Satu-satunya ukuran sukses bagi seorang muslim adalah kontribusinya untuk umat. Tentu, niatnya adalah ikhlas untuk mengharapkan ridha Allah Ta’ala.

Baca selengkapnya »

Menasihati Tanpa Menyakiti

Islam tidak hanya mengajarkan kita untuk saling berbagi nasihat, tapi ada juga tuntunan mengenai caranya. Kita diajarkan untuk berkata benar; benar perkataannya, benar caranya, dan benar waktunya. Tidak hanya asal ceplas-ceplos. Tidak dengan mengumbar-umbar. Tidak memaksakan memberi nasihat di tengah orang ramai agar mendapat perhatian.

Baca selengkapnya »
Figure
Organization