Home / Kurnia I

Kurnia I

Peserta PPSDMS Nurul Fikri Regional III Yogyakarta.

Memaknai Kehilangan Orang Tercinta

Nusaybah memaknai kehilangan keluarganya dengan cara yang istimewa. Ia sadar bahwa segala yang ia miliki adalah titipan Allah. Akan ada saat di mana apa yang ia miliki akan diambil kembali oleh Sang Pemilik. Keikhlasan dan kerelaanlah yang senantiasa memenuhi hatinya dalam menjalani kehidupannya hingga tiap kehilangan yang ia maknai sebagai suatu jalan untuk menggapai ridha-Nya.

Baca selengkapnya »

Meraih Kecintaan akan Alquran

Banyak orang sekarang yang beralasan bahwa mereka terlalu sibuk sehingga terkadang Alquran mereka tinggalkan. Namun, bila berbicara mengenai sibuk, sahabat Rasul pun dahulu sibuk, mereka sibuk berdagang dan bermuamalah. Bahkan mereka sibuk dengan latihan perang dan perang-perang yang mereka hadapi. Perang yang bahkan jauh lebih menyibukkan dibanding kegiatan yang kita hadapi sekarang ini. Akan tetapi, kesibukan tidak menjadikan mereka jauh dari Alquran. Justru mereka tetap menjaga kedekatan mereka dengan Alquran agar segala yang mereka kerjakan senantiasa diberkahi oleh Allah.

Baca selengkapnya »

Benarkah Ini Tentang Dakwah?

Aku malu ketika melihat diriku yang masih penuh kekurangan ini mendengungkan kata dakwah. Pengorbananku sangat tidak seberapa bila dibandingkan dengan apa yang sahabat Rasul lakukan. Dan kemarin aku sudah mengatakan bahwa aku ada di sini untuk dakwah. Lalu, aku mulai bertanya pada diriku sendiri, siapkah aku dilempari batu ketika mempertahankan agama ini? Batu-batu yang ada di zaman ini bisa jadi bukan dalam bentuk fisik batu, tetapi bisa jadi dalam bentuk pemikiran-pemikiran yang dilemparkan untuk membelokkan pandangan orang mengenai Islam.

Baca selengkapnya »

Masih Utuhkah Syahadat Kita?

Sebagai orang yang mengaku ber-Islam, marilah berintrospeksi. Sudahkah syahadat kita baik? Atau malah tanpa kita sadari, syahadat yang kita ucapkan sudah batal dan tidak diterima oleh Allah? Marilah kita bersyahadat kembali, dengan sadar dan sepenuh hati. Niatkan bahwa setelah ini, kita akan lebih berhati-hati lagi dalam bertindak dan berfikir. Niatkan bahwa setelah syahadat ini, kita benar-benar akan memberikan segala yang ada pada diri kita untuk Allah dan menghamba kepada-Nya semata.

Baca selengkapnya »

Adab dalam Mendengar

Seringkali kita menyakiti perasaan orang tanpa kita sadari dengan lisan kita. Kita diberi satu lisan dan dua telinga oleh Allah agar kita lebih banyak mendengar dan berbicara secukupnya. Akan tetapi, kebanyakan dari kita masih banyak berbicara dan masih sulit untuk benar-benar mendengarkan orang lain. Padahal ketika kita mendengarkan, kita bisa jadi akan mendapatkan suatu ilmu yang belum kita ketahui. Atau yang lebih sering terjadi adalah kita seolah-olah mendengarkan, tetapi pikiran kita tidak sepenuhnya ada di situ.

Baca selengkapnya »