Topic
Home / Ki Dalang

Ki Dalang

Avatar
Laki-laki Ciamis yang berdomisili di Doha, Qatar.

Emas yang Hilang

Seusai enam minggu penempatan kerja di Pasar Panas. Aku dapat panggilan interview dari perusahaan yang berkantor di Jl.Gatot Subroto. Setiba di Jakarta, esoknya aku melakukan wawancara dan alhamdulillah keterima. Gaji lumayan tiga kali lebih besar dibanding dengan penghasilan sekarang. Akhirnya aku mengundurkan diri dari perusahaan lamaku. Kehilangan kesempatan laksana emas yang hilang begitu saja. Semenjak itu aku bertekad di mana pun aku berada, kalau ada tes ke luar negeri aku akan berjuang untuk menghadirinya meskipun harus menghadapi resiko berat sekali pun.

Baca selengkapnya »

Emas yang Datang

Bukan main senang hatiku meluap-luap melebihi mendapatkan berlian satu keranjang. Ini adalah peluang emas yang datang kembali. Impian yang sempat tertunda. Sempat aku merasa frustasi karena dulu tak bisa menghandiri interview karena lagi ditugaskan di Site Kalsel. Mulutku terus menerus mengucapkan kata alhamdulillah sambil mengelus-ngelus dada. Di balik misteri kegagalanku tahun 2004 kini terbayar di tahun 2006 setelah menikah. Kontan aku langsung menelpon istriku.

Baca selengkapnya »

‘Amolongo!’ Sapaku

Sudah menjadi tradisi penduduk lokal, jika melewati orang yang sedang duduk harus mengucapkan kata Amolongo (bentuk jamak dari Amole!). Sapaan tersebut sebagai bentuk penghargaan atau pun salam. Setelah mata terasa ngantuk, Ujang dan Tyo balik ke barak. Suasana barak memang lumayan luas. Ada dua tempat tidur susun dan empat loker kecil. Sementara di dekat meja ada pemanas ruangan. Meski memakai hiter, Ujang dan Tyo menggigil kedinginan. Baju dobel, kaos kaki dan kupluk adalah pakaian wajib setiap malam.

Baca selengkapnya »

Dua Puluh Ribu Perak

Suatu hari aku dan teman-teman dipanggil satu persatu ke ruang Tata Usaha (TU). Kulihat beberapa amplop di atas meja. Seorang petugas TU memberikan amplop itu. ‘’Jangan dilihat isinya. Ini sebagai tanda kasih sayang dari kami.’’ ‘’Terima kasih pak.’’ Dengan girang aku menerima gaji pertamaku. Harapanku pasti uang ini jumlahnya lumayan. Karena Pangandaran kota wisata, mungkin honor sekitar dua ratus ribuan. Pas dibuka uang sebesar dua puluh ribu perak.

Baca selengkapnya »
Figure
Organization