KAMMI seUNSRI gelar aksi "Lawan Asap", Jum'at (9/10/2015). (Ilham Novriadi)
KAMMI seUNSRI gelar aksi “Lawan Asap”, Jum’at (9/10/2015). (Ilham Novriadi)

dakwatuna.com

Bismillahirrahmanirahim..

Indonesia merupakan paru-paru dunia data WWF menyebutkan bahwa luas hutan di Indonesia mencapai 99,6 juta hektar, dengan potensi lahan rawa gambut seluas 20,6 juta hektar dan 72 juta hektar atau 35 % nya ada dipulau Sumatera, dengan kondisi luas lahan rawa gambut di Sumatera sangat disayangkan menjadi bencana nasional di Indonesia, Sumatera dan Kalimantan merupakan titik terparah bencana asap, menurut BNPB kadar ISPU di atas 350 sudah diambang batas berbahaya, sedangkan di Sumatera khusus nya di Palembang kadar ISPU sudah mencapai 439 mikrogram pada tanggal 1 Oktober 2015 dengan dampak yang di timbulkan bertambah nya penderita ISPA sebanyak 44.993 jiwa pada bulan Juli sampai dengan September 2015.

Bencana asap yang datang tentunya bukan hal yang diharapkan oleh bangsa Indonesia dengan kondisi negara yang sedang tidak stabil menuju krisis multidimensional, oleh karena itu KAMMI merupakan bagian dari masyarakat Indonesia merasa prihatin dengan kondisi yang dialami oleh negara Indonesia dan beritikad baik untuk mengajak seluruh warga Ogan Ilir untuk tobat akbar meminta agar Allah SWT mengampuni dosa-dosa yang telah lalu. Berkenaan dengan bencana asap di Indralaya kami segenap KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) komisariat Al-Quds dan Al-Aqso menyatakan sikap:

  1. Menuntut pemerintah Mencabut Perizinan Penebangan Hutan.
  2. Menuntut pemerintah untuk Memperkuat Regulasi.
  3. Menuntut sanksi tegas terhadap oknum pembakaran hutan.
  4. Menyerukan masyarakat untuk melakukan reboisasi secepatnya.