Home / Dr. M Kholid Muslih, MA. (halaman 2)

Dr. M Kholid Muslih, MA.

Dosen dan Ketua Program Studi Ilmu Aqidah Pascasarjana ISID Gontor Jawa Timur.

Sejarah Kelahiran dan Perkembangan Syiah Dua Belas Imam (Bagian ke-2)

Hingga masa terpilihnya Abu Bakar sebagai khalifah dalam peristiwa as-Saqīfah di balairung Bani Sa`idah, belum terbentuk kubu di kalangan umat. Dalam artian; pada saat itu belum ada Islam Sunni atau Islam Syiah. Mereka adalah umat yang satu, dengan beragam ide dan gagasan. Merekapun bersatu padu dalam membangun, menyebarkan dan menegakkan agama Allah di muka bumi, meskipun terjadi beberapa perbedaan pendapat di antara mereka

Baca selengkapnya »

Sejarah Kelahiran dan Perkembangan Syiah Dua Belas Imam (Bagian ke-1)

Hampir seluruh ulama Syiah berpendapat bahwa Syiah muncul di zaman Rasul. Menurut Muhammad Husain az-Zain al-Amily[1] dan Makruf al-Husaini[2], Rasul adalah penebar benih pertama tasyayyu' (kesyi'ahan) serta penyemainya melalui perintah-perintah yang selalu ditaati. Rasul pula yang telah memberi kabar gembira bahwa Ali dan pengikutnya telah mendapatkan ridha dari Allah, akan masuk surga, dan berada di samping kiri dan kanan Nabi serta demikian pula Ahli Baitnya.

Baca selengkapnya »

Pengertian Syiah (Bagian ke-3): Kesimpulan, Analisa, dan Komentar

Jika apa yang dimaksudkan dengan Syiah adalah mereka yang memiliki kecenderungan, dukungan, atau anggapan bahwa Imam Ali dan Ahli Bait lebih utama dalam memegang tampuk kepemimpinan pasca-Nabi Saw, seperti yang diungkap oleh Imam Asy'ari, Ibnu Hazm, Ibnu Khaldun, dari kalangan Ahli Sunnah, maupun Al-Qummi, an-Naubakhti serta Mufid, dari kalangan Syiah, maka kita dapat jumpai sejumlah Sahabat yang tidak terorganisir seperti Salman al-Farisi, al-Miqdad, Abu Dzar al-Ghifari, Talhah bin Ubaidillah, Zubair bin al-Awwam dan lain-lain, termasuk di dalamnya beberapa anggota dari Bani Hasyim yang memiliki kecenderungan, angan-angan dan pandangan bahwa Imam Ali adalah Sahabat yang paling layak untuk menjadi khalifah pasca-wafatnya Nabi Saw.

Baca selengkapnya »

Pengertian Syiah (Bagian ke-2): Definisi Syiah Secara Epistemologi (Istilah)

Secara redaksi para ulama' Syiah juga tidak satu kata dalam mendefinisikan Syiah; sebagian berpendapat bahwa Syiah adalah pengikut Ahlu al-Bait, sebagian berpendapat bahwa Syiah adalah kelompok Ali bin Abi Thalib, yang mendukungnya serta mengangkatnya menjadi pemimpin, sebagian mengatakan bahwa Syiah adalah kelompok yang berkeyakinan bahwa Imam Ali bin Abi Thalib adalah pemimpin pasca-meninggalnya Nabi tanpa jeda waktu, serta membelanya dengan penuh loyalitas, sebagian menambahkan kategori lain yaitu adanya naskah tertulis dan wasiat dari Nabi.

Baca selengkapnya »

Pengertian Syiah (Bagian ke-1): Definisi Syiah Secara Etimologi (Bahasa)

Ibnu Atsir berpendapat bahwa Syiah bermakna firqatun min an-nās (sekelompok manusia). Bisa dipakai untuk lafal mufrad (singular/tunggal), mutsannā (dua pelaku) dan jama' (plural/banyak). Dapat dipakai untuk lafal Mudzakkar (masculine) maupun muannats (feminine). Namun lafal ini kemudian populer sebagai sebutan bagi mereka yang mendukung Imam Ali dan keluarganya sebagai pemimpin, sehingga menjadi nama yang sangat khas bagi kelompok ini.

Baca selengkapnya »

Strategi Menghadapi Aliran-Aliran Sesat di Sekitar Kita (Bagian ke-4, Selesai)

Kewajiban berdakwah ini selain dibebankan kepada komunitas muslim –sebagaimana disebutkan oleh ayat 114 surat Ali Imran-, juga dibebankan kepada individu, sehingga jika setiap individu memiliki tanggung jawab untuk melakukan dakwah, peduli dengan masyarakatnya, maka secara komunitas akan tercipta suasana saling mengingatkan, saling menasehati, dan saling tolong menolong di antara mereka. Kondisi inilah yang memancing turunnya rahmat dari Allah, sehingga menjadi masyarakat yang baik yang selalu mendapatkan pengampunan dari Allah

Baca selengkapnya »