Home / Amoe Hirata

Amoe Hirata

Anggota Manajemen Penulis Indonesia.

Ramadhan Sepanjang Waktu

Dengan memperbaiki makna Ramadhan, maka tidak akan kita jumpai lagi orang yang rajin ibadah hanya pada bulan Ramadhan, karena Ramadhan sudah dijadikan kesadaran mendasar dalam jiwa, sehingga setiap bulan selalu diisi dengan amal sebagaimana Ramadhan. Ramadhan bukan lagi dipandang rutinitas tahunan, tapi ia sudah menjadi kesadaran mendalam seakan-akan ia hadir sepanjang waktu.

Baca selengkapnya »

Ketika Alquran Hanya Menjadi Teori

Ketika Alquran hanya menjadi teori, bagaimana mungkin bisa membangkitkan manusia dari kejahiliaannya. Mungkin sekarang banyak yang mengerti Alquran, tapi siapa yang berani menjamin, ilmunya berbanding lurus dengan amalnya. Maka tidak salah jika nanti, -sebagaimana riwayat Muslim- Alquran – di samping bisa menjadi bukti kebaikan-, juga bisa menjadi bumerang bagi pembawa(penghafal, pembaca)nya. Ada baiknya kita menyimak hadits beliau: ‘Sesungguhnya Allah mengangkat dengan Alquran beberapa kaum dan Allah pun merendahkan beberapa kaum dengannya’ (Hr. Muslim).

Baca selengkapnya »

Curhat Tembus Tujuh Langit

Peristiwa yang dialami oleh Khaulah, memberi pelajaran penting kepada setiap muslim untuk hati-hati dalam bercurhat. Setiap muslim harus benar-benar hati-hati, dengan siapa bercurhat, bagaimana bercurhat, dan kenapa bercurhat. Peristiwa yang dialami Khaulah seolah memberi nasehat: “Bagi siapa saja yang ingin bercurhat, harus tahu kapan, bagaimana, kenapa, dan dengan siapa bercurhat. Hasilnya pasti baik dan akan menyelesaikan masalah, dan akan dimudahkan oleh Allah ta`ala”.

Baca selengkapnya »

7M Ketika Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan untuk menahan dan mengontrol diri. Untuk sesuatu yang halal saja kita harus mengontrol diri, apalagi yang haram. Dengan memfokuskan diri pada bidang materil untuk menghadapi Ramadhan, maka tak jarang dijumpai fenomena yang sama sekali bertolak belakang dengan nilai puasa di bulan Ramadhan, di antaranya yang kerap terjadi di kalangan masyarakat muslim ialah: membengkaknya pengeluaran.

Baca selengkapnya »

7M Setelah Ramadhan

Bulan penuh ampunan sebentar lagi meninggalkan kita; bulan penuh rahmat sebentar lagi pergi; bulan penuh barakah sebentar lagi habis. Apakah kita termasuk orang yang sukses atau merugi. Tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan emas ini. Tidak semua yang mendapat kesempatan mampu memanfaatkan dengan baik. Tidak semua yang mampu memanfaatkan dengan baik tetap bisa istiqamah baik di dalam maupun di luar bulan Ramadhan.

Baca selengkapnya »

Lebih Intim Bersama Anak Yatim

Bayangkan!, betapa intimnya hubungan ibnu Umar dengan anak-anak yatim! Membina hubungan intim dengan anak yatim sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah memang tidak gampang, namun bagi siapa saja yang mampu mengamalkannya, pasti akan mendapatkan sesuatu yang tak pernah terbayang dari Allah ta`ala . Indikasi keintiman dengan anak yatim dalam surat Ad-Dhuha ada dua: Pertama: Segera merespon dengan cepat untuk memberi perlindungan jika berjumpa anak yatim. Kedua: Ketika mengasuh tidak melakukan tindakan sewenang-wenang. Pertanyaannya sekarang: sudahkah kita memiliki hubungan yang intim dengan anak yatim?

Baca selengkapnya »

7M Sebelum Ramadhan

Ramadhan bukanlah ‘pasar kaget’ yang kelihatan ramai dan semarak tetapi hanya bersifat sementara. Ramadhan adalah bulan istimewa yang dipilih oleh Allah sebagai semacam madrasah (sekolah) untuk menguji amal orang-orang beriman di bulan-bulan selanjutnya. Kalau kita merujuk pada ayat 183 dari surat Al-Baqarah, tujuan puasa ialah: la`allakum tattaqûn (agar kalian bertakwa). Artinya supaya amal-amal yang ada di dalamnya menjadikan kita orang bertakwa secara kontinu baik di dalam maupun di luar bulan Ramadhan.

Baca selengkapnya »

Muslim Rohingya: Potret Muhajirin Abad Ini

Kita mungkin akan bertanya-tanya: “Mengapa Muslim Rohingya disebut sebagai, ‘Muhajirin Abad Ini’”? Pertanyaan tersebut bisa dijawab sebagai berikut: Antara keduanya memiliki persamaan meskipun setting tempat dan waktunya berbeda. Persamaannya dapat dilihat dari poin-poin berikut: Pertama, mereka sama-sama terusir dari tanah kelahirannya. Kedua, sebabnya pun karena perbedaan latar agama. Ketiga, nasib yang dialaminya pun tak jauh berbeda. Mereka diintimidasi, dikucilkan, dihinakan, dan dipersempit ruang geraknya sehingga tidak memungkinkan lagi untuk tumbuh dakwah di sana.

Baca selengkapnya »

Terompah Surga

Nabi sangat menghormati Bilal. Ia tidak pernah membeda-bedakan setatus, karena yang terbaik adalah siapa yang paling takwa. Bilal dapat kemulian menjadi muadzin tetapi. Bilal tahu bahwa bakat dan potensinya adalah suara, maka dia berkontribusi melalui segi suara. Lebih dari itu, yang menjadikan Bilal penuh kemulian dan kehormatan ialah: Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wassallam pasca pulang dari perjalanan isra` wa mi`raj, beliau menceritakan bahwa ketika melihat surga ia mendengar suara terompah Bilal.

Baca selengkapnya »
Organization