Home / Nurtiyas

Nurtiyas

Hidup dalam keberkahan dan penuh manfaat || Alumni LDK AL-IQTISHAD

Berbenahlah, Sebelum Kematian Mendatangimu

Selama nafas masih bisa berhembus dan sebelum hari penghisaban itu datang, segeralah hisab dirimu. Dan mulailah berbenah, walaupun itu terasa berat bagimu. Waktu tidak akan kembali, tapi hidayah bisa datang kembali. Allah maha pengampun. Dia akan memberikan kesempatan kepada hamba-hambanya yang benar-benar mau bertaubat. Tidak ada kata terlambat dalam kamus perjalanan hidup menuju kebaikan. Bersucilah, bersujudlah, sebut nama Allah dalam hatimu dan serahkan semua urusanmu kepadaNya. Semoga engkau mendapat hidayah

Baca selengkapnya »

Sukses Investasi Dunia Akhirat

Kesuksesan tidak hanya dinilai dari banyaknya harta. Kalau kata Jamil Azzaini: “Sukses itu yang 4ta-nya tinggi. Harta, tahta, kata dan cinta. Setelah 4ta sudah diperoleh maka jangan dipegang sendiri. Jadikan 4ta itu sumber manfaat untuk orang lain. Itulah sukses mulia.” Oleh karenanya, lahir dari keluarga sederhana atau miskin bukanlah kepastian untuk tidak memperoleh hak kesuksesan. Karena hakikat kesuksesan itu akan diperoleh setelah adanya doa dan ikhtiar, bukan kita dilahirkan dari keluarga kaya atau miskin.

Baca selengkapnya »

Indah di Mata Tak Seindah di Hati

Yakinlah bahwa Allah lebih mengetahui mana yang pantas untuk kau cintai dan kau kagumi. Pemandangan yang indah di matamu tak mampu menembus tebalnya dinding pembatas yang ada di dalam dadanya. Indah di mata tak seindah di hati. Kecuali engkau hanya dapat melihat menurut prasangkamu. Dan kepastian itu telah nampak jelas di hadapan Allah. Karena Dialah yang maha mengetahui segala sesuatu. Tak satupun luput dari penglihatan-Nya. Termasuk apa yang ada di dalam hatimu dan hatinya.

Baca selengkapnya »

Saat Dakwah Dikatakan Eksklusif

Saudaraku, lalu mana yang hendak kalian pilih? menjadi bagian dari problematika atau menjadi solusi dari problematika? Sadarilah wahai saudaraku, sebaik apapun engkau, sesantun apapun engkau, sudah pasti akan ada yang memusuhimu. Maka janganlah sekali-kali engkau terlena dengan apa yang mereka katakan, terlebih membenci orang-orang yang memperjuangkan agama-NYA.

Baca selengkapnya »

Janganlah Berputus Asa, Ikhwah!!

Seperti itulah tabiat dakwah ini. Akan ada yang gugur dan ada yang bertahan didalam dakwah. Karena sesunggunya Allah tidak akan membiarkan dakwah ini berakhir pada kekalahan. Pastilah kemenangan akan diperoleh orang-orang beriman. Maka dengan demikian ikhwah fillah, ada sedikit perkataan menarik yang mungkin perlu kita ingat. Perkataan ini muncul dari lisan seorang da’i yang dikenal dengan Gerakan Dakwah Ikhwanul Muslimun, dan dialah As-Syahid Hasan Al-Banna.

Baca selengkapnya »

Jangan Takut Jadi Murabbi!

Ikhwahfillah, berdakwahlah dan bertebaranlah antum semua di muka bumi ini walaupun masih dengan bekal ilmu yang sedikit. Berjuanglah sekuat tenaga untuk melawan hawa nafsu dan terus berjuanglah untuk mentarbiyah umat. Karena seandainya manusia mengetahui isi surga dan neraka pada saat ini juga, sudah tentu tidak akan ada manusia yang kafir apalagi ingkar kepada Allah SWT. Akan tetapi Allah hendak menguji kita semua sebagai hamba-hamba yang lemah, Allah hendak melihat siapa di antara kita yang mampu menjadi hamba yang bersabar lagi bertakwa dalam segala situasi. Teruslah menjadi murabbi dan cetaklah kader-kader dakwah yang tangguh dengan tarbiyah. Wallahu a’lam…

Baca selengkapnya »

Jejak Kaki Ahmad

Masih banyak hal yang dapat merubah jalan hidup Ahmad dan tentu juga banyak jejak yang mungkin serupa bahkan lebih indah dari jejak Ahmad. Akan tetapi yang perlu kita ketahui adalah bahwa perjalanan yang berat dan menyakitkan dalam kehidupan itu terkadang bukan sesuatu yang buruk untuk kita lalui. Masa lalu yang buruk juga bukan menjadi tolak ukur kita untuk menilai nasib seseorang di hari mendatang. Karena Allah yang maha mengetahui bagaimana awal dan akhir dari perjalanan manusia.

Baca selengkapnya »

Jejak Syahidah “Batu” Intifadhah

Saat tentara Israel menyerang kampung halamannya, ia selalu berada di barisan terdepan, melempar batu kearah tentara penakut itu yang sering berakhir dengan kaburnya para tentara itu di hadapan pasukan batu dan ketepel para wanita dan gadis Palestina pemberani. Setiap berhasil mengusir para tentara Israel, ia selalu memotivasi para gadis Palestina sebayanya dengan mengatakan: “Kalian semua bisa lihat realitas di lapangan, kita sebagai wanita mampu mengusir mereka, saya bersumpah demi Allah mereka itu sangat penakut dan pengecut!!!.”

Baca selengkapnya »

Hati Membuat Cinta dan Sengsara

“… karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.” (Al-Haj:46). Kalau begitu keadaannya, yang menjadi pertanyaan adalah ada di manakah hati kita saat ini? Bergetarkah hati itu saat mendengar asma Allah, bertambahkah iman itu saat saudara di sekitar mengingatkan kebaikan dengan ayat-ayat-Nya? Bisa jadi aktivitas kita adalah nampak aktivitas dakwah, tapi tidak menutup kemungkinan ruhiyah kita kosong, dan iman kita dalam keadaan lemah. Karena yang kita pahami bukan hakikat dakwah melaikan sekadar aktivitas dakwah.

Baca selengkapnya »

Aku Pilih Dua Kalimat Suci

Bumi ini telah dijadikan pijakan para penggiat dakwah untuk menebar aroma surga, menghapuskan segala bentuk penindasan. Jika aku diperkenankan oleh Tuhan untuk memilih bagaimana cara mengakhiri hidup, maka akan aku tempatkan hatiku kepada perjuangan di jalan-Nya dan akan kuakhiri dengan dua kalimat suci. “Asyhadu an la ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammadan rasulullah.”

Baca selengkapnya »