Home / Achmad Zamroni

Achmad Zamroni

Biasa dipanggil Zamroni atau Achmad. Selain sibuk sebagai mahasiswa semester akhir yang sedang menyusun skripsi, juga menjadi salah satu Pengurus Takmir Masjid Nur Iman di Dukuh Gunturan dan menjadi Ketua Pengurus Taman Pendidikan Al Quran Nur Iman di Dukuh Gunturan. Selain kuliah, di kampus pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Kaligrafi pada UKM LPTQ UMY tahun 2013-2014. Hobi menulis artikel dan naskah ceramah, pada bulan Desember tahun 2014 juara 1 menulis naskah ceramah se-DIY yang diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Rapuhnya Argumen Para Pendukung LGBT

Ada satu lagi alasan dari para pendukung LGBT untuk membenarkan pandangan mereka, yaitu bahwa kecenderungan homoseksual dan biseksual adalah orientasi seksual yang tidak dapat diubah. Menurut mereka, hal itu dikarenakan orientasi homoseksual dan biseksual itu adalah bawaan sejak lahir. Telah dijelaskan sebelumnya tentang lemahnya argumen bahwa homoseksual dan biseksual itu adalah bawaan sejak lahir. Namun jika ada yang tetap kukuh mempertahankan argumen bahwa homoseksual dan biseksual tidak dapat diubah, maka bagaimana mereka menjelaskan orang-orang yang menderita homoseksual dan biseksual di usia remaja atau dewasa ?

Baca selengkapnya »

Dilema Mantan Napi Jadi Pemimpin

Untuk mewujudkan pilkada yang bersih, bermartabat, dan lancar, serta mendapatkan kepala daerah yang terbaik, maka dibutuhkan pertimbangan yang matang untuk menyusun Undang-Undang Pilkada. Jangan hanya karena alasan melanggar HAM lalu Undang-Undang Pilkada dibuat selonggar-longgarnya, karena HAM seseorang pun dapat dibatasi dengan dua hal, yaitu aturan publik dan HAM orang lain. Maka dari itu, jernihlah dalam merenung, logislah dalam berpikir, dan tegaslah dalam menegakkan aturan, maka insya Allah akan terpilih pemimpin yang berkualitas.

Baca selengkapnya »

Pelemahan KPK dalam Pandangan Islam

Segenap masyarakat Indonesia harus mendukung segala usaha untuk memberantas korupsi dan menolak segala upaya pelemahan pemberantasan korupsi. Jika memang mengaku wakil rakyat dan bekerja untuk kepentingan rakyat, maka para pejabat negeri ini harus betul-betul mendengarkan suara rakyat. Rakyat sudah terlalu menderita oleh ulah para koruptor, rakyat ingin hukum terhadap para koruptor benar-benar ditegakkan secara tegas agar nantinya tindak pidana korupsi dapat berkurang di masa depan. Usaha pencegahan dan pemberantasan korupsi harus terus diperkuat, bukan malah dilemahkan dengan cara-cara “sok akademis” dan “sok legal”.

Baca selengkapnya »