Home / Berita / Internasional / Asia / Bunuhi Warga Gaza, PBB Sebut Militer Israel Harus Diadili

Bunuhi Warga Gaza, PBB Sebut Militer Israel Harus Diadili

Aksi kepulang Akbar masih berlanjut di Jalur Gaza. (felesteen.ps)

dakwatuna.com – Jenewa. Investigator PBB menyebut Pasukan Keamanan Israel (IDF) harus diseret ke meja peradilan karena melakukan pembunuhan terhadap warga Palestina di Jalur Gaza. Disebutkan, IDF hingga saat ini telah membunuh 189 warga Palestina dan melukai 6.100 orang lainnya selama ‘Pawai Kepulangan’ yang digelar sejak akhir Maret 2018 silam.

Tak hanya itu, panel independen tersebut juga mengaku memiliki informasi rahasia berkaitan dengan pihak-pihak yang harus bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut, termasuk penembak jitu dan komandan militer.

“Pasukan Keamanan Israel membunuh dan melukai demonstran Palestina yang bahkan tidak membawa ancaman kematian atau melukai kepada orang lain (tentara), ketika ditembak. Mereka juga tidak secara langsung terlibat dalam perseteruan,” kata laporan PBB, seperti dikutip dari kantor berita Reuters, Kamis (28/02/2019).

Laporan terbaru ini mencakup setiap kerusuhan yang terjadi sejak 30 Maret hingga 31 Desember 2018. Laporan yang diserahkan kepada Dewan HAM PBB itu didasarkan pada ratusan wawancara dengan para korban dan saksi, serta catatan medis, rekaman video dan drone, dan foto-foto.

Tak hanya itu, Laporan juga mendesak Komisaris Tinggi HAM PBB Michelle Bachelet agar meneruskan temuan kepada Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

Jalur Gaza merupakan rumah bagi sekitar 2 juta warga Palestina. Sebagian besar dari mereka terusir paksa saat Israel merampas wilayah Palestina tahun 1948 silam.

Tahun 2018, dalam rangka memperingati 70 tahun pengusiran, warga Gaza melakukan aksi demonstrasi besar-besaran di perbatasan dengan Israel pada 31 Maret 2018. Hingga saat ini, aksi tersebut masih terus dilakukan setiap pekan, khususnya hari Jumat. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 5,00 out of 5)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Referendum Mesir, Cara As-Sisi Untuk Berkuasa Hingga 2030

Organization