Home / Berita / Internasional / Asia / Bertentangan dengan Kepentingan Negara, Presiden Iran Tolak Pengunduran Diri Menlunya

Bertentangan dengan Kepentingan Negara, Presiden Iran Tolak Pengunduran Diri Menlunya

 

Hassan Rouhani (sahafa)

dakwatuna.com – Teheran. Presiden Iran Hassan Rouhani menolak pengunduran diri Menteri Luar Negeri Mohamad Javad Zarif. Ia menyebutkan, penolakan ini berdasarkan pada kinerja yang selama ini ditunjukkan oleh Zarif selama menghadapi tekanan dari Amerika Serikat (AS).

“Pemimpin Tertinggi Iran telah menyebut Anda sebagai sosok ‘terpercaya, berani dan relijius’ dalam menghadapi tekanan-tekanan dari AS, maka saya menolak pengunduran diri Anda karena bertentangan dengan kepentingan negara,” tulis Rouhani seperti dilansir dari kantor berita Iran (IRNA), Rabu (27/02/2019).

Sebelumnya, banyak pihak telah menyatakan penolakannya pada keputusan mundur Zarif. Bahkan, sebagian besar anggota Parlemen Iran juga telah mengirimkan petisi kepada Rouhani yang isinya desakan agar pengunduran diri Zarif ditolak.

Tak hanya itu, seorang panglima senior dalam tubuh Garda Revolusi Iran, Qassem Soleimani bahkan menyebut Zarif memiliki dukungan yang kuat dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khameini.

“Tuan Zarif bertanggung jawab atas kebijakan luar negeri Republik Islam (Iran), dan selalu didukung oleh para pejabat tinggi, terutama Pemimpin Tertinggi,” kata Soleimani seperti dikutip dari kantor berita Reuters.

Diwartakan sebelumnya, Mohamad Javad Zarif secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan diplomat nomor satu di Iran. Pengumuman itu ia sampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadi miliknya.

“Bertepatan dengan hari kelahiran Fatimah al-Zahra, dan Hari Ibu di Iran, saya berterima kasih kepada rakyat dan para pejabat Iran yang mulia dan pemberani selama 67 bulan belakangan. Saya minta maaf karena tidak dapat melanjutkan pengabdian, serta seluruh kelalaian selama mengabdi,” tulisnya, Senin, (25/02/2019) lalu. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Komunitas Muslim Jerman Minta Aparat Jaga Seluruh Masjid

Organization