Home / Berita / Internasional / Asia / Menlu Oman Sebut Israel Salah Satu ‘Negara’ di Timur Tengah

Menlu Oman Sebut Israel Salah Satu ‘Negara’ di Timur Tengah

Menlu Oman Yusuf Alawi (kiri) berjabat tangan dengan PM Israel Benyamin Netanyahu di sela-sela KTT Anti-Iran di Polandia. (Anadolu)

dakwatuna.com – Muskat. Menteri Luar Negeri Oman Yusuf Alawi bin Abdullah mengejutkan dunia dengan salah satu pernyataannya saat diwawancara media Jerman, DW. Bagaimana tidak, ia menyebut Israel sebagai salah satu negara di Timur Tengah.

“Kami menganggap Israel sebagai salah satu negara di Timur Tengah. Tapi saya yakin mereka akan takut dengan konsekuensi yang harus dihadapi jika benar diakui sebagai bagian dari Timur Tengah,” kata Yusuf Alawi, seperti dikutip dari Anadolu Arabic, Sabtu (16/02/2019).

Menurutnya, Oman akan tetap bersikap sebagai mediator untuk perdamaian Palestina dan Israel.

Tak hanya itu, Yusuf Alawi yang turut serta dalam Konferensi Keamanan dan Perdamaian Timur Tengah di Polandia juga membahas perihal hubungan negaranya dengan Iran.

“Kami akan melanjutkan hubungan dengan Iran, dan saudara-saudara kami di Teluk mengetahui hal itu,” terangnya.

Pewawancara kemudian memotong pernyataan Yusuf Alawi dengan pertanyaan, “meskipun Oman mendekat pada Israel?”

“Ya, meskipun kami mendekat dengan pihak manapun,” jawabnya.

Di sela-sela konferensi tersebut, Yusuf Alwi juga tampak mengadakan pertemuan bilateral dengan PM Israel Benyamin Netanyahu. Konferensi itu sendiri disebut sebagai KTT Anti-Iran karena membahas ancaman Iran di Timur Tengah.

Pernyataan Yusuf Alawi tersebut semakin menguatkan isu rekonsiliasi hubungan antara negara-negara Arab dengan Israel. Khususnya dengan Oman, Netanyahu bahkan pernah berkunjung ke Muskat untuk bertemu Sultan Qaboos, meski antara Oman dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik resmi. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Komunitas Muslim Jerman Minta Aparat Jaga Seluruh Masjid

Organization