Home / Berita / Internasional / Asia / Bertemu di Denmark, Pemimpin Muslim Eropa Bahas Muslim Uighur

Bertemu di Denmark, Pemimpin Muslim Eropa Bahas Muslim Uighur

Post media sosial pemerintah pada April 2017 menunjukkan tahanan di sebuah kamp di Prefektur Hotan [Gambar yang diperoleh oleh HRW/ Al Jazeera]
dakwatuna.com – Copenhagen. Sejumlah Pemimpin Muslim Eropa mengadakan pertemuan di Denmark untuk membahas pelanggaran kemanusiaan terhadap Muslim Uighur di Daerah Otonomi Xinjiang (XUAR).

Menurut Pemimpin Muslim Eropa yang tergabung dalam Forum Muslim Eropa (EMF), pelanggaran yang dilakukan Pemerintah Cina tidak dapat diterima.

“Kami akan mendatangi Kedutaan Besar Cina di Copenhagen, dan menyampaikan bahwa kebijakan mereka terhadap XUAR tidak dapat diterima,” kata Ketua EMF Abdulvahed Niyazov, seperti dikutip dari kantor berita Anadolu, Jumat (15/02/2019).

Selain Niyazov, pertemuan di Denmark itu dihadiri oleh Direktur Urusan Agama Kongres Uighur Dunia, Turghunjan Alawudun; Anggota Komisi Luar Negeri Duma Negara Rusia, Gadzhimurad Omarov, dan sejumlah diplomat asing lainnya.

Beberapa peserta pertemuan juga menyatakan niat mereka untuk mengangkat masalah dengan tokoh agama di Denmark. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Komunitas Muslim Jerman Minta Aparat Jaga Seluruh Masjid

Organization