Home / Berita / Internasional / Asia / Haniyah Tegaskan Perpecahan di Palestina Harus Segera Diakhiri

Haniyah Tegaskan Perpecahan di Palestina Harus Segera Diakhiri

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah. (Aljazeera)

dakwatuna.com – Jalur Gaza. Kepala Biro Politik Gerakan Hamas Ismail Haniyah menyebut perpecahan di antara faksi Palestina harus segera diakhiri. Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya mewujudkan persatuan nasional atas dasar kemitraan.

Hal itu disampaikan Haniyah saat wawancara di kantor Egypt Today di Kairo, Mesir. Ia menyebutkan, semua yang terjadi di kawasan merupakan cerminan dari masalah Palestina.

“Jalan keluar dari situasi ini untuk mencapai persatuan nasional berdasarkan kemitraan, dan membangun kembali sistem politik, seperti dalam perjanjian sebelumnya, serta menghormati kehendak rakyat untuk pergi ke pemilihan umum dan komprehensif, dan melindungi perjuangan Palestina,” kata Haniyah seperti dikutip dari Anadolu Arabic, Rabu (13/02/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Haniyah juga mengapresiasi eratnya hubungan antara rakyat Mesir dan Palestina. Ia menegaskan, Jalur Gaza yang dikuasai oleh Hamas akan turut menjaga keamanan nasional Mesir.

Lebih lanjut ia menekankan, Hamas adalah gerakan pembebasan nasional Palestina dengan pemikiran moderat. Menurutnya, Hamas juga fokus untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara Arab, khususnya Mesir.

Pada hari Senin lalu, perwakilan dari 12 faksi Palestina memulai diskusi tentang situasi internal, termasuk rekonsiliasi, dan tantangan yang dihadapi perjuangan Palestina. Dialog diselenggarakan atas undangan Pusat Studi Oriental Kementerian Luar Negeri Rusia.

Di antara faksi-faksi yang berpartisipasi dalam dialog di Moskow adalah Hamas, Fatah, Jihad Islam, Front Populer dan Demokratis untuk Pembebasan Palestina, dan Partai Rakyat.

Perpecahan Palestina antara Fatah dan Hamas telah terjadi sejak 2007, dan banyak mediator dan kesepakatan belum berhasil mengakhirinya. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Komunitas Muslim Jerman Minta Aparat Jaga Seluruh Masjid

Organization