Home / Berita / Internasional / Asia / Selama Imlek, Warga Muslim Cina Dipaksa Makan Babi dan Minum Alkohol

Selama Imlek, Warga Muslim Cina Dipaksa Makan Babi dan Minum Alkohol

Warga Muslim juga dipaksa untuk menampilkan identitas budaya Cina. (RFA)

dakwatuna.com – Beijing. Perayaan Tahun Baru Imlek menjadi petaka bagi warga Muslim di Daerah Otonomi Uighur Xinjiang (XUAR) Cina. Bagaimana tidak, mereka yang teguh akidahnya itu justru dipaksa untuk memakan daging babi dan meminum alkohol.

Menurul laporan yang dikutip dari Radio Free Asia (RFA), Sabtu (09/02/2019), pihak berwenang di XUAR mengirimkan daging babi kepada rumah tangga Muslim di sana. Selain itu, sebagian Muslim juga dipaksa untuk menampilkan lambang budaya Cina selama libur Tahun Baru Imlek.

Laporan RFA sendiri bermula dari pengakuan seorang warga Prefektur Otonomi Kazakh Ili di XUAR. Ia mengatakan para pejabat mengundang mereka untuk gelaran makan malam untuk merayakan Tahun Baru Imlek.

Disebutkan, saat itu daging babi dihidangkan dalam jamuan makan tersebut. Para pejabat juga memaksa warga Muslim yang diundang untuk memakan hidangan yang disajikan, dan mengancam akan mengirim mereka ke ‘Kamp Pendidikan Ulang’ jika tidak mau memakannya.

Tak hanya itu, RFA juga menerima bukti berupa foto yang menguatkan adanya pemaksaan tersebut. Dalam foto itu tampak pejabat kota Yli, Prefektur Otonomi Kazakh Ili, mengunjungi rumah-rumah Muslim dan mendistribusikan daging babi mentah.

Para pejabat berdalih, pemberian itu bagian dari bantuan kepada keluarga Muslim kurang mampu dalam rangka menyongsong Tahun Babi dalam perhitungan Tahun Cina. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Netanyahu Rayakan ‘Rekonsiliasi Arab’ dengan Rampas Rumah Palestina dan Tutup Masjidil Aqsha

Organization